Masyarakat Diminta Jaga dan Rawat Fisik Uang Rupiah

MANOKWARI, PB News – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat, mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat di wilayah setempat agar dapat merawat dan menjaga fisik uang rupiah emisi 2016 dalam setiap transaksi ekonomi dengan cara tidak lipat, disteples dan dicoret karena dapat menyebabkan kondisi uang menjadi tidak layak edar atau UTLE.

Kepala KPw BI Papua Barat S Donny H Heatubun, menjelaskan, banyaknya uang tidak layak edar beredar di tengah masyarakat akibat dari kebiasaan masyarakat itu sendiri yang kurang menjaga fisik uang tersebut. Selain itu, kondisi geografis wilayah pedesaan dan perkotaan menjadi faktor terjadinya mis informasi bagi masyarakat dalam kaitan dengan pemeliharaan uang kartal sebagai alat pembayaran yang sah.

“Uang itu jangan dilipat, jaga agar jangan basah supaya masa uang pemakaian uang itu lebih lama. Perlakukan uang rupiah itu harus baik-baik,” jelas Donny.

Dia melanjutkan, dampak kesalahan dalam pemeliharaan uang adalah jumlah uang tidak layak edar bertambah dan segera dimusnahkan. Pengumpulan uang tidak layak edar pun dilakukan dari hasil kegiatan penukaran uang kelilling dan setoran dari perbankan, yang selanjutnya disortir dengan menilai 11 kriteria tingkat kelusuhan uang rupiah.

Jumlah UTLE yang dimusnahkan sejak Januari hingga 28 Juni 2018 sebanyak Rp14,78 milyar.

Pemunsahan Utle itu akan digantikan dengan uang emisi yang  baru.

“Jeleknya itu kalau dapat uang disteples, dicoret atau ada tulisan itu di mesin sudah tidak terbaca. Secara fisik uang itu tidak rusak, tapi begitu ada tulisan atau stempel uang tersebut sudah masuk kategori tidak layak edar,” ujar dia.

Ia mengatakan, BI berkomitmen menyediakan uang bagi masyarakat dalam jumlah yang cukup, nilai pecahan memadai dan di waktu yang tepat.
Untuk hal itu, melalui kantor perwakilan yang ada di Indonesia BI menerapkan “clean money policy” atau kondisi uang layak edar dan menjamin kelancaran peredaran uang terutama di daerah yang sulit dijangkau.

Dirinya pun mengakui, minimnya kesadaran masyarakat dalam menjaga dan merawat fisik uang terjadi di seluruh Indonesia terutama di pasar tradisional.

Ke depannya, BI berencana akan menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi yang menyasar para pelajar di Provinsi Papua Barat, sehingga pehaman akan cara merawat dan menjaga uang rupiah bisa lebih ditingkatkan.

“Rencananya awal Agustus kita mau edukasi ke siswa-siswi SD, SMP dan SMA sekitar 1.500 peserta di Kota Sorong,” pungkas Donny.

Sebagai informasi, ada sejumlah materi sosialisasi tersebut antara lain, pengenalan ciri-ciri keaslian uang rupiah, gerakan non tunai, dan seminar kawasan ekonomi khusus (KEK).(PB15)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: