OJK Dorong Petani Manfaatkan Asuransi

MANOKWARI, PB News – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) agar mendorong para petani padi dan peternak sapi di Provinsi Papua Barat menggunakan produk Asuransi Usaha Tani Padi ( AUTP ) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS).

Para petani di Provinsi Papua Barat bisa memanfaatkan asuransi apabila mengalami kegagalan panen akibat serangan hama dan dilanda bencana alam.

“Saya mengimbau petani agar memanfaatkan program asuransi pertanian tersebut, yang di tangani oleh PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo),” kata Kepala OJK Regional 6 Sulampua, Zulmi, saat dikonfirmasi oleh awak media, Kamis (8/3).

Dia menjelaskan, program asuransi petani padi ini diterapkan agar petani bisa mendapat layanan keuangan. Jika terjadi gagal panen, petani bisa mendapat perlindungan asuransi. “Supaya petani bankable (memenuhi persyaratan), perlu dijamin. Adanya jaminan dalam bentuk asuransi ini nanti petani bisa mendapatkan pembiayaan, khususnya dari bank, sehingga kontribusi petani akan terasa,” papar dia.

Dengan menggunakan asuransi tersebut, lanjut dia, para petani dipermudah dalam mengakses pinjaman dana lunak dari pihak perbankan.

“Jaminan surat asuransi dan bagi perbankan tidak ada alasan dalam memberikan pinjaman,” ujarnya.

Program asuransi petani merupakan program asuransi dengan tertanggung adalah kelompok tani (Poktan) yang terdiri dari anggota, yakni petani yang melakukan kegiatan usaha tani sebagai satu kesatuan risiko (anyone risk). Obyek Pertanggungan adalah lahan sawah yang digarap para petani, baik pemilik maupun penggarap, anggota Poktan.

Premi Asuransi petani sebesar Rp180 ribu per hektare per masa tanam. Pembayaran premi sebesar Rp150 ribu dibayarkan pemerintah, sehingga petani cukup membayar premi sebesar Rp30 ribu per hektarenya. Sedangkan uang pertanggungan sebesar Rp6 juta setiap hektare.

“Artinya, jika terjadi musibah atau gagal panen, petani bisa mendapatkan klaim asuransi sebesar Rp6 juta per hektare,” imbunya

Selain petani padi, para peternak juga bisa memanfaatkan asuransi tersebut. Nilai asuransi ternak Rp200 ribu per ekor, dengan 80 persen dibayarkan pemerintah. Sehingga, peternak hanya membayar premi per ekor sebesar Rp 40 ribu.

“Jika sapi meninggal atau hilang, pihak asuransi akan mengganti sebesar Rp 10 juta per ekor,” pungkasnya. (PB15)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: