28 Paslon Mendaftar dalam Pilkada di Papua

JAYAPURA, papuabaratnews.co – Pelaksanaan hari terakhir pendaftaran bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati untuk pilkada di 11 kabupaten di Provinsi Papua berjalan kondusif. Total sebanyak 28 pasangan yang telah mendaftar di komisi pemilihan umum setiap daerah.

Dari data Bagian Hukum, Teknis, dan Humas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua hingga pukul 19.00 WIT, total 28 pasangan calon yang mendaftar di 11 daerah yang menggelar pilkada tahun ini. Daerah itu adalah Yahukimo, Asmat, Supiori, Pegunungan Bintang, Mamberamo Raya, Waropen, Nabire, Yalimo, Keerom, Merauke, dan Boven Digoel.

Sebanyak 22 berkas pendaftaran pasangan calon berstatus telah diterima pihak KPU, sedangkan lima berkas pasangan lainnya dikembalikan karena belum memenuhi sejumlah persyaratan. Pihak KPU juga masih menyelidiki keabsahan dokumen pendaftaran satu pasangan calon di Kabupaten Waropen.

Sekretaris KPU Papua Ryllo Panay, saat dihubungi dari Jayapura, Minggu (6/9/2020) malam, mengatakan, pihaknya masih menunggu pasangan calon bupati dan wakil bupati yang berkasnya belum diterima.

”Kami tetap menanti hingga waktu pendaftaran resmi ditutup pada pukul 00.00 WIT. Pasangan yang belum memasukkan berkas hingga batas waktu itu tidak bisa mengikuti pilkada,” tuturnya.

Ryllo mengapresiasi sikap para pasangan calon beserta simpatisannya yang menjaga situasi keamanan tetap kondusif selama proses pendaftaran. Sebelumnya, Kepolisian Daerah Papua menetapkan lima daerah peserta pilkada di Papua sangat rawan gangguan keamanan. Kelima daerah ini adalah Yahukimo, Mamberamo Raya, Pegunungan Bintang, Nabire, dan Keerom.

Anggota Bawaslu Provinsi Papua, Ronald Manoach, mengatakan, hingga hari terakhir ini, pihaknya belum mendapatkan laporan adanya pelanggaran protokol kesehatan dalam tahapan pendaftaran pasangan calon.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, situasi di 11 wilayah tersebut aman dan kondusif. Personel Polri dan TNI masih terus melakukan pengamanan. Hal ini akan terus dilakukan sehingga tahapan sesuai jadwal berjalan baik dan lancar.

”Kami tidak bekerja sendiri sehingga situasi kondusif. Semua ini berkat kerja sama dari semua elemen masyarakat, baik tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda yang turut berperan menjaga situasi keamanan di daerahnya,” kata Ahmad.

Ia pun memaparkan, total sebanyak 11.691 personel dikerahkan untuk pengamanan pilkada. Personel terdiri dari 2.577 anggota kepolisian di 11 polres, 813 personel Polda Papua, 500 personel Brimob Nusantara, 627 personel TNI, dan 7.174 anggota Linmas. (KOM)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 7 September 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: