9 PSK Lokalisasi Malanu Positif Korona

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Masyarakat Kelurahan Malanu Kota Sorong dikejutkan dengan informasi sembilan pekerja seks komersial (PSK) di Lokalisasi Malanu positif Covid-19.

Informasi tersebut menjadi pembicaraan hangat masyarakat setempat karena sejak Covid-19 melanda Kota Sorong tempat hiburan malam Lokalisasi Malanu tutup dan terlihat sepi.

Anjar, warga RT 01 RW 01 Kelurahan Malanu yang ditemui, Rabu (26/8/2020), mengakui bahwa warga setempat mendapat informasi ada sembilan pekerjaan di Lokalisasi positif Covid-19 dan telah dijemput tim medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kota Sorong.

“Kami kaget mendengar informasi tersebut karena warga setempat tahu bahwa selama ini Lokalisasi Malanu ditutup guna pencegahan Covid-19,” ujarnya dikutip Antara.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kota Sorong, Herlin Sasabone saat dikonfirmasi membenarkan bahwa ada sembilan PSK Lokalisasi Malanu positif Covid-19.

Herlin menyampaikan bahwa sembilan orang PSK Lokalisasi Malanu tersebut telah menjalani karantina di Diklat Kampung Salak kota Sorong. Kesembilan wanita pasien positif Covid-19 tersebut adalah kluster Lokalisasi Malanu.

Ia mengatakan pasien positif Covid-19 terus bertambah karena transmisi atau penyebaran lokal sehingga masyarakat jangan mengabaikan protokol kesehatan yang sudah ditentukan.

“Rajin cuci tangan, selalu gunakan masker, serta menerapkan pola hidup sehat demi melindungi diri dan keluarga,” ucap Herlin.

Makin merah

Sementara itu, jumlah kasus positif korona di Provinsi Papua Barat terus meningkat. Kemarin, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Papua Barat melaporkan terjadi penambahan 9 kasus positif baru dan satu pasien postif meninggal dunia. Penambahan pasien meninggal dunia dari wilayah baru yaitu Kabupaten Maybrat.

Dengan demikan, hingga Kamis (27/8/2020) kasus positif Covid-19 di Papua Barat menembus angka 720 orang atau 88,3 persen, sedangkan angka kematian bertambah dari 11 menjadi 12 orang.

Dengan penambahan pasien positif dan meninggal dunia membuat provinsi ke-33 di Indonesia makin merah.

‘’Sekarang yang kita harus perhatikan bahwa Papua Barat semakin merah, hari ini (kemarin,red) tambahan dari Maybrat, Mari kita meningkatkan kewaspadaan kita, jangan main-main dan anggap enteng,’’ kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Papua Barat, dr Arnoldus Tiniap dalam siaran persnya di Manokwari.

Adapun penambahan 9 pasien positif korona itu berasal dari Kota Sorong 3 orang, Kabupaten Fakfak 2 orang, Kabupaten Teluk Bintuni 2 orang dan Kabupaten Teluk Wondama  1  orang.

Sedangkan pasien sembuh hari ini total 556 orang atau 77, 2 persen, ada tambahan 9 orang yang sembuh berasal dari Kabupaten Manokwari 6 orang, Kota Sorong 2 orang dan Kabupaten Sorong 1 orang.

Wilayah paling terparah kasus Covid-19 di Papua Barat yaitu Kota Sorong dengan angka pasien positif korona mencapai 389 orang, sembuh 272 orang atau 69, 92 persen. Disusul Kabupaten Sorong sebanyak 104 kasus dan sembuh 103 orang atau 99,04 persen. Lalu, Kabupaten Manokwari sebanyak 94 kasus, sembuh 74 orang atau 78, 72 persen.

Kabupaten Maybrat yang selama ini belum melaporkan adanya orang terkonfirmasi positif korona di wilayahnya, justru melaporkan ada 1 pasien positif telah meninggal dunia. (ANT/PB7/PB1)

** Artikel ini Sudah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 28 Agustus 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: