Belum Ada Pembatasan Akses Transportasi Laut dan Udara

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Hampir 50 persen kasus positif covid-19 di Kabupaten Manokwari disumbang oleh pelaku perjalanan, namun Pemkab Manokwari belum mengambil kebijakan terkait pembatasan akses transportasi laut maupun udara.

(Plh) Bupati Manokwari, Edi Budoyo mengungkapkan, dirinya tidak serta merta dapat mengambil kebijakan tanpa melihat dampak yang ditimbulkan akibat pembatasan akses transportasi.

“Peningkatan kasus covid-19 sebagian besar dari klaster perjalanan. Kita harus tetap hati-hati, jangan sampai ketika kita lockdown atau penutupan (bandara dan pelabuhan) kita kembali dimasa tiga bulan yang lalu sehingga akan menyulitkan,” jelasnya, Jumat (11/9/2020).

Pasalnya, penutupan jalur udara maupun laut akan sangat berdampak bagi perekonomian di Kabupaten Manokwari.

Dia menjelaskan, sudah menandatangani surat edaran bahwa yang diperbolehkan masuk hanya yang ber-KTP Manokwari dan wajib melakukan rapid tes dan swab. Dengan demikian yang bersangkutan benar-benar dapat dinyatakan sehat.

Kedepan, lanjut Edi, pihaknya akan lebih memperketat akses keluar masuk ke Manokwari.

“Untuk yang keluar pun akan diperketat lagi, jangan sampai dari Manokwari sehat ketika keluar dan kembali membawa penyakit. Harus diperhatikan secara serius, terutama bagi klaster perjalanan,” tandasnya. (PB19)

***Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 14 September 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: