BP Jamsostek Diminta Terus Lakukan Sosialisasi Kepada Masyarakat

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Manokwari diimbau agar dapat terus melakukan sosialisasi dan meningkatkan pelayanan, agar manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan dapat diketahui dan dirasakan oleh masyarakat.

Plt Bupati Manokwari, Edi Budoyo dalam sambutannya yang diwakilkan oleh Asisten III Setda Kabupaten Manokwari, Mersyanah Djalimun menuturkan, dalam implementasinya, penyelenggaraan program BP Jamsostek di Kabupaten Manokwari dan Papua Barat secara khusus diatur dalam Pergub No. 58 Tahun 2018 tentang kewajiban pelaksanaan jaminan sosial ketenagakerjaan di wilayah Papua Barat, yang mewajibkan seluruh masyarakat pekerja wajib dilindungi program BP Jamsostek, baik pekerja sektor formal maupun informal.

“Saya mengimbau kepada seluruh pemilik badan usaha, para pelaku usaha, asosiasi dan lembaga lainnya untuk berperan aktif dalam kesuksesan program BP Jamsostek,” imbaunya saat membuka kegiatan sosialisasi program BP Jamsostek kepada perusahaan wajib belum daftar (PWBD), bertempat disalah satu hotel di Manokwari, Rabu (22/7/2020).

Sementara itu, Kepala BP Jamsostek Manokwari, Sunardy Syahid mengungkapkan, kegiatan sosialisasi BP Jamsostek ini menjadi sangat penting, mengingat program BP Jamsostek merupakan program negara. Dimana berdasarkan Undang-Undang No. 24 Tahun 2011, BP Jamsostek diamanatkan untuk memberikan perlindungan kepada seluruh tenaga kerja.

Lebih lanjut, perlindungan BP Jamsostek akan sangat dibutuhkan oleh setiap orang. Khususnya sebagai pelaku usaha, pemberi kerja maupun tenaga kerja. Terlebih saat ini kita tengah menghadapi pandemi Covid-19, dimana resiko-resiko sosial ekonomi bisa saja menimpa kepada semua orang, khususnya pekerja.

Dalam Undang-Undang No. 24 juga dijelaskan bahwa setiap orang yang bekerja di dunia usaha wajib dilindungi. Setiap pemberi kerja wajib mendaftarkan dirinya dan pekerjanya dalam program BP Jamsostek.

Sunardy menyebutkan, penyelenggaraan BP Jamsostek di Kabupaten Manokwari sejauh ini sudah sangat optimal. Meskipun ada beberapa hambatan dan kendala yang dihadapi oleh BP Jamsostek, pemda dan pelaku usaha didalam pelaksanaan program BP Jamsostek.

Dikatakan Sunardy, adapun wilayah kerja BP Jamsostek Manokwari mencakup lima kabupaten, sedangkan kantornya hanya ada di Manokwari, sehingga para pelaku usaha yang ada di luar Kabupaten Manokwari belum bisa mendapatkan akses informasi dari BP Jamsostek.

Adapun jumlah kepesertaan BP Jamsostek di wilayah kerja Kabupaten Manokwari hingga Juni sekitar 22.000 tenaga kerja yang aktif, terdiri dari yang bekerja di perusahaan berbagai sektor. Baik usaha kecil menengah dan usaha besar. Terdapat 22.000 tenaga kerja bekerja di sekitar 2.800 perusahaan

“Tujuan sosialisasi yaitu memberikan pemahaman bahwa program BP Jamsostek merupakan program wajib bagi setiap pelaku usaha yang ada di Indonesia,” timpal Sunardy. (PB19)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: