BRI Manokwari Lakukan MoU dengan Kejaksaan

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Dalam rangka meningkatkan pelayanan dan pengawasan terhadap layanan jasa perbankan di seluruh tanah air, maka pihak Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) melakukan penandatangan nota kerjasama (Memorandum of Understanding/MoU). Kegiatan ini serentak diselenggarakan di seluruh Indonesia, pada Selasa (30/6/2020).

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Yusuf, mengatakan, nota kesepahaman dan perjanjian kerjasama yang disepakati meliputi layanan jasa perbankan, penanganan masalah perdata dan tata usaha negara, pengembangan sumber daya manusia, kegiatan pelacakan aset, pengamanan proyek strategis dan peningkatan investasi.

“Serta kegiatan tukar menukar data perbankan,” ujar Yusuf kepada sejumlah awak media di Manokwari.

Menurut dia, kerjasama antara dua lembaga ini menjadi sangat penting menyangkut adanya keterkaitan dalam pelayanan kepada masyarakat. Terutama kepada nasabah Bank BRI yang selalu berurusan dengan surat perjanjian atau kontrak.

“Yang merupakan sarana atau bentuk kegiatan perdata dan tata usaha negara,” jelas dia.

Dia juga menerangkan bahwa, BRI juga dipercayakan oleh negara untuk menyalurkan bantuan-bantuan tunai dari pemerintah kepada masyarakat terutama selama masa pandemi Covid-19 baik yang bersumber dari APBN, APBD maupun dana desa.

“Untuk itu, perlu ada kerjasama sehingga kami bisa melakukan kegiatan bersama yang dianggap perlu demi penguatan kinerja maupun fungsi masing-masing,” kata dia.

Yusuf berharap, dengan adanya penandatanganan MoU akan ada capaian yang lebih baik dari kedua belah pihak dalam hal kinerja dan pelayanan publik.

“Kami berharap pemulihan aset BRI meningkat, permasalahan-permasalahan di BRI dan Kejaksaan tuntas terselesaikan, pelayanan jasa penitipan uang di kantor BRI juga menjadi lebih cepat,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala BRI Cabang Manokwari, Rits Jackobus De Fretes menuturkan, BRI menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan amanat negara yaitu menghimpun dana dari masyarakat melalui transaksi di perbankan secara konvensional, dan menyalurkan dana yang bersifat tunai langsung kepada masyarakat penerima.

“Apalagi dalam masa pandemi Covid-19 ini kami diberikan kepercayaan untuk menyalurkan dana bantuan baik yang bersifat tunai maupun dalam bentuk barang melalui kantor konvensional BRI dan agen-agen atau dengan menyampaikan langsung ke daerah penerima bantuan,” ujarnya.

Melalui penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerjasama dengan kejaksaan tersebut, kata dia, persoalan yang timbul dalam masa menuju New Normal mampu diminimalisir.

“Semoga menjadi momen kita membangun sinergi yang baik, saling mensupport untuk penanganan Covid-19 sesuai fungsi dan tugas masing-masing,” ujar dia

Pengembalian kredit menurun

Rits Jackobus De Fretes juga menuturkan, BRI sebagai salah satu bank BUMN penyalur kredit terbesar kepada pelaku UMKM turut mengalami kendala akibat pandemi Covid-19 yang melanda. Sebab, mayoritas debitur terkena dampak pandemi tersebut.

“Ini berpengaruh terhadap menurunnya tingkat penghasilan dan pendapatan mereka. Muaranya adalah pengembalian angsuran ke bank juga mengalami penurunan,” kata dia.

Menindaklanjuti persoalan tersebut, sesuai dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia, pihaknya melakukan restrukturisasi kredit kepada nasabah yang terkena dampak kemunduran usaha akibat pandemi Covid-19.

“Kami sudah jalankan instruksi tersebut. Untuk wilayah Manokwari sendiri, sudah ada 1200 nasabah yang mendapatkan restrukturisasi kredit dari BRI,” pungkas De Fretes. (PB25)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: