Bupati Pegaf Minta Sekolah Tatap Muka Dibuka Kembali

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Bupati Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) meminta agar pihak sekolah segera membuka aktivitas belajar mengajar tatap muka. Karena, sejak Maret hingga kini aktivitas belajar mengajar tatap muka di 127 sekolah mulai dari TKK, SD, SMP dan SMA/SMK dihentikan sementara sebagai langkah mengantisipasi penyebaran virus korona.

“Kita minta agar sekolah kembali dibuka, karena sudah terlalu lama ditutup,” ujar Bupati Pegaf, Yosias Saroy, saat dikonfirmasi Papua Barat News di Manokwari, Selasa (22/9/2020).

Dia mengungkapkan, proses belajar mengajar di Pegaf harus berjalan karena sampai saat ini wilayah Pegaf tetap berada di zona hijau. Karena itu kebijakan pembukaan kembali aktivitas belajar di sekolah harus dilakukan oleh kepala sekolah dan guru di sana.

“Sekolah harus tetap berjalan,  kemarin saya melihat satu sekolah di distrik Hing saja yang berjalan sementara di 9 distrik lain tidak jalan,” urainya.

Yosias menyebutkan pihaknya akan segera menerbitkan surat edaran bupati tentang pembukaan kembali aktifitas belajar di Pegaf. Hal ini dilakukan mengingat sejumlah guru yang menolak membuka kembali sekolah karena menunggu edaran resmi bupati.

“Dalam satu dua hari ini,  saya akan coba mengeluarkan surat edaran kepada Kepala Sekolah untuk segera membuka kembali sekolah,  sebelum masa jabatan saya berakhir karena surat izin cuti saya sudah diproses,” jelasnya.

Ia menegaskan pembukaan sekolah dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Hal ini guna mencegah potensi terjadinya penularan virus Corona di wilayah Pegaf khususnya di kalangan siswa. Sekolah kata dia,  wajib menyediakan air cuci tangan dan masker kepada peserta didik. Upaya ini untuk menekan bersama potensi penularan virus Corona di sekolah.

“Sekolah silahkan dibuka tetapi tetap dengan menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Diberitakan media ini sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pegaf Dominggus Saiba, mengungkapkan, sampai saat ini proses belajar mengajar tatap muka di sekolah belum dilaksanakan. Hal ini dikarenakan sejumlah guru masih enggan melaksanakan pembelajaran tatap muka sampai menunggu terbitnya instruksi Bupati. Pihak dinas telah meminta agar proses belajar mengajar berjalan kembali. Namun tidak ditanggapi oleh guru di Pegaf.

“Kita sudah sampaikan agar guru-guru  melaksanakan pembelajaran kembali karena Pegaf masuk zona hijau, tetapi tidak ada tanggapan,” ujarnya saat dikonfirmasi Papua Barat News  di Distrik Minyambouw, Pegaf, Kamis (17/9/2020).

Ia mengonfirmasi sebanyak 127 sekolah di wilayah Pegaf terdapat 37 TK,  67 SD,  14 SMP,  7 SMA,  dan 2 SMK. Namun dari 127 sekolah di Pegaf,  hanya 2 sekolah yang terpantau masih melaksanakan pembelajaran tatap muka yakni SMA 1 Anggi.

“Banyak yang masih menutup sekolah sehingga anak-anak jenuh di rumah dan sekolah ditumbuhi rerumputan,” kata dia. (PB22)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 23 September 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: