Cegah Covid-19, Jam Besuk Napi di Lapas Ditiadakan

MANOKWARI, papuabaratnews.coUntuk mencegah penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) yang telah menyerang sejumlah daerah di Indonesia maka, Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Papua Barat meniadakan jam besuk narapidana (Napi).

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Papua Barat, Asep Sutandar, mengatakan, jam besuk narapidana di lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan (Rutan) dihentikan sementara waktu terhitung sejak 18 Maret sampai 1 April 2020.

“Untuk di Papua Barat jam besuk bukan lagi kita batasi, tetapi ditiadakan sampai 3 April mendatang. Kunjungan dibuka kembali tanggal 6 April. Dan sudah kita sosialisasikan sebelumnya,” kata dia saat dikonfirmasi Papua Barat News via ponsel, Rabu (25/3/2020).

Dia menerangkan, jam besuk yang dihentikan sementara waktu itu diberlakukan di seluruh lapas dan rutan di Indonesia. Batas waktu yang ditentukan tersebut pun akan ditinjau kembali selama Indonesia masih dalam status tanggap darurat pandemik Covid-19.

Di beberapa daerah, kata dia, jam kunjung narapidana diganti dengan video call sama halnya agenda persidangan. Akan tetapi, metode persidangan online itu sulit diterapkan di Provinsi Papua Barat lantaran keterbatasan sarana prasarana.

Asep menuturkan, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) sudah menyurati Kejaksaan Agung serta Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya, agar waktu persidangan dapat ditiadakan untuk sementara waktu hingga Pemerintah Indonesia mencabut status darurat nasional Covid-19.

“Permintaan kami agar dilakukannya penundaan. Teknisnya terkait masa penahanan seperti apa, nanti kita lihat,” ujar Sutandar.

“Kami tidak ingin mengambil resiko. Publik tentu mengetahui perihal lapas, apa itu lapas. Satu orang terpapar, dampaknya ratusan bahkan ribuan,” katanya lagi.

Selain menghentikan jam besuk, upaya pencegahan di lapas pun dilakukan dengan menyemprotkan cairan disinfektan di seluruh blok tahanan dan disediakan wadah untuk mencuci tangan bagi keluarga yang mengantar makanan untuk tahanan.

“Pengunjung yang akan masuk pun diwajibkan menggunakan masker,” tegas dia.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkumham Papua Barat Antonius M. Ayorbaba, menuturkan, sejumlah unit pelayan teknis lembaga pemasyarakatan, lembaga pemasyarakatan perempuan, dan lembaga pemasyarakatan khusus anak telah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat untuk dilakukan pemeriksaan dan pencegahan (Rapid Test) wabah Covid – 19.

“Sebelumnya sudah kita sosialisasikan terlebih dahulu kepada petugas, pengunjung, warga binaan, serta keluarga maupun tahanan. Tujuannya agar tidak terjadi resistensi,” ujar Ayorbaba.

Sebelumnya, Kabag Humas Ditjen PAS Rika Aprianti, menuturkan, larangan sementara waktu masyarakat membesuk narapidana tertuang dalam instruksi Dirjen PAS nomor PAS-08.OT.02.02 TAHUN 2020 tentang pencegahan, penanganan, pengendalian dan pemulihan covid-19 pada UPT Pemasyarakatan.

“Kalau sesuai instruksi hanya zona merah (yang menghentikan kunjungan). Tapi dikembalikan pada pertimbangan dan kebijakan kakanwil dan kalapas dan rutan,” kata dia.

Selain itu, pegawai yang mengidap gejala mirip virus corona akan direkomendasikan untuk istirahat di rumah. Penanganan medis juga akan diberikan.

Pejabat lapas juga harus membuat laporan mingguan mengenai perkembangan kesehatan setiap warga binaan atau narapidana.

“Pemeriksaan kesehatan kepada pegawai, tahanan, anak, narapidana dan klien pemasyarakatan dengan suhu tubuh lebih dari 37,5 derajat celcius dan/atau masalah pernapasan seperti bersin, hidung tersumbat,batuk atau sesak nafas oleh tim medis sesuai indikasi medis,” jelasnya. (PB13)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: