Dua Emas dari Duo “Kristina” untuk Kontingen Papua Barat

JAYAPURA, papuabaratnews.co Hilda Kristina Blandina Silubun, berhasil meraih medali emas pertama untuk Kontingen Provinsi Papua Barat setelah mengalahkan atlet Jawa Timur di partai final cabang olahraga Kempo  Randori Kelas 50 Kg Putri yang digelar di GOR STT Gidi,  Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (13/10/2021).

Hilda Kristina Silubun mengalahkan Martha Firli Adetya dengan skor 5-0 dalam kelas Randori perorangan Putri.

“Medali Emas ini saya persembahkan sebagai hadiah ulang Tahun Provinsi Papua Barat ke 22 tahun,” kata Hilda Kristina Silubun.

Dia menambahkan, apa yang diraih hari ini merupakan bagian dari campur tangan Tuhan serta dukungan doa dan motifasi dari semua pihak.

“Puji Tuhan, Medali ini juga saya persembahkan untuk kedua orang Tua saya yang turut menyaksikan tadi di lapangan” katanya.

Hilda mengakui lawannya memiliki strategi dan cara yang bagus, namun dengan modal yang selama 2 Tahun ia terus berlatih membuat dirinya mampu meraih kemenangan atas lawanya.

Wakil Jawa Timur itu akhirnya puas dengan medali perak. Sementara medali perunggu diraih Setaphina Octavia  Hamidjoyo dari Kaltim dan perunggu kedua diraih Lismaritha Nasution wakil Aceh

Medali emas kedua untuk kontingen Papua Barat berasal dari cabang olahraga tinju putri. Christina Jembay yang turun di kelas putri 57 kg mengklaim medali emas setelah mengalahkan petinju Kalimantan Selatan Silva Ratu dalam partai final di GOR Cenderawasih, Kota Jayapura.

Setelah selama tiga ronde penuh bertanding, Christina Jembay dinyatakan menang angka mutlak 5-0 atas Silpa Lau Ratu untuk meraih medali emas kelas bulu putri.

Pertandingan itu adalah ulangan partai final kelas bulu putri PON 2016 ketika mana Christina Jembay juga membawa pulang medali emas.

Sejak ronde pertama, Christina terus melepaskan pukulan-pukulannya yang kuat, sedangkan Silpa berusaha menghindar dengan memanfaatkan footworknya yang cepat.

Momentum kemenangan Christina semakin nyata pada pertengahan ronde kedua ketika dia melepaskan pukulan telak yang memaksa wasit  melakukan hitungan untuk memastikan Silpa bisa melanjutkan pertandingan.

Silpa berusaha keluar dari tekanan dengan bertarung lebih agresif saat memasuki ronde ketiga, tetapi Christina dengan cermat mempertebal pertahanannya sembari sesekali melayangkan pukulan keras.

Akhirnya, Silpa harus rela mendapatkan medali perak setelah untuk dua final PON secara beruntun gagal meruntuhkan supremasi Christina.

Petinju Jawa Barat Viska Defri Bambuta dan wakil tuan rumah Maria Gebze yang takluk dalam semifinal mendapatkan medali perunggu bersama kelas bulu putri PON Papua.

Tambahan dua medali emas dari Hilda Kristina Silubun dan Christina Jembay itu memperbaiki peringkat Papua Barat dari urutan 31 ke 23 klasemen sementara perolehan medali  PON XX Papua 2021.

Papua Barat pun menggeser kontingen Kalimantan Selatan yang juga sama-sama meraih dua medali emas, tetapi Papua Barat unggul pada perolehan medali perak yaitu 14 medali, sedangkan Kalimantan Selatan mengupulkan 2 emas dan 8 perak dan 11 perunggu.

Kontingen Papua Barat hingga Rabu malam (13/10/2021) telah mengumpulkan 26 medali, yakni  2 emas, 14 perak dan 10 perunggu. (PB1)

 

**Berita ini Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 14 Oktober 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: