Hasil Tes PCR Prajurit BKO Belum Diumumkan

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Papua Barat menunda mengumumkan hasil pemeriksaan sampel 338 prajurit Bantuan Kendali Operasi (BKO) TNI Angkatan Darat meski hasilnya telah ada.

Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Provinsi Papua Barat Arnoldus Tiniap menyatakan pemeriksaan sampel usap Covid-19 dari ratusan personil BKO TNI AD di Manokwari sudah tuntas dan hasilnya pun telah diperoleh, namun telah diserahkan ke Kodam Kasuari.

“Kami belum bisa umumkan, tapi hasilnya sudah kami serahkan dan akan sampaikan ke pimpinan TNI-AD dalam hal ini Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Saat ini kita menunggu petunjuk selanjutnya,” kata Tiniap.

TNI AD pada akhir Juni 2020 mengirim sebanyak 411 personil pasukan BKO untuk mendorong pembentukan Kodim dan Koramil di sejumlah daerah Papua Barat. Mereka tiba di Manokwari secara bertahap di Manokwari pada 28 Juni hingga 2 Juli 2020. Sebelum disebar ke daerah-daerah mereka menjalani pembekalan di Kodam XVIII/Kasuari selama 15 hari.

Arnold menyebutkan, pada pemeriksaan pertama 36 dari 411 personil yang didatangkan dari sejumlah Kodam di Indonesia itu terkonfirmasi positif Covid-19. Dari temuan itu, seluruh personil akhirnya dilakukan pemeriksaan.

“Semua sudah kami periksa dan hasil RT-PCR (real time polymerase chain reaction) sudah ada. Tapi sesuai kesepakatan, hasilnya kami kembalikan ke institusi,” sebut Arnold.

Arnold mengakui saat wartawan mencoba memastikan bahwa dari ratusan sampel yang telah diperiksa itu diantaranya ada yang menunjukkan hasil positif.

Pada kesempatan sebelumnya, Tiniap menyebutkan, dari temuan kasus positif Covid-19 pasukan BKO TNI itu pihaknya juga telah melakukan penelusuran kontak untuk memastikan penularannya.

Selain di kalangan internal Kodam XVIII/Kasuari, tracing kontak juga dilakukan terhadap warga yang bermukim di sekitar Gedung Badan Diklat Pemprov Papua Barat di Anday, Manokwari.

“Ratusan pasukan BKO ini kan dikumpulkan di Badan Diklat. Maka untuk mengantisipasi penularan di kalangan warga, penelusuran untuk warga pun kita lakukan,” katanya lagi.

Sejauh ini sudah puluhan warga menjalani pemeriksaan swab di RSU Papua Barat.

29 pasien sembuh

Sementara itu, sebanyak 29 pasien positif Covid-19 di Provinsi Papua Barat dinyatakan sembuh dan dipulangkan ke keluarganya masing-masing, Selasa (28/7/2020).

“Untuk pasien sembuh hari ini ada tambahan yang cukup signifikan dari Kota Sorong sebanyak 27 orang dan Kabupaten Fakfak dua orang,” kata Arnoldus Tiniap.

Ia menyebutkan tambahan pasien sembuh dari dua daerah ini menambah daftar pasien sembuh di provinsi ini menjadi 263 orang atau 66,2 persen dari total kasus COVID-19.

“Untuk konfirmasi positif hari ini ada tambahan satu kasus dari Kota Sorong. Maka total kasus positif di Papua Barat saat ini tercatat sebanyak 397 orang,” katanya lagi.

Ia mengimbau masyarakat terus waspada terhadap penularan Covid-19 baik di daerah zona merah, kuning maupun hijau. Kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan akan membantu pemerintah mengendalikan penyebaran Covid-19.

Dari 13 kabupaten dan kota di Papua Barat, saat ini masih ada lima daerah berada pada zona merah yakni Kota Sorong, Manokwari dan Kabupaten Sorong, Teluk Wondama, serta Fakfak. Dari lima daerah ini, Kota Sorong, Manokwari dan Kabupaten Sorong angka penularanya paling tinggi.

Kabupaten/kota yang lokasinya berdekatan dengan tiga daerah diharapkan terus waspada dengan menerapkan prosedur pencegahan Covid-19 secara ketat.

“Terutama untuk para pelaku perjalanan. Akses transportasi antardaerah sangat terbuka, ‘screening’ dan ‘tracing’ harus tetap dilakukan,” katanya lagi.

Sedangkan daerah yang sudah berhasil kembali ke zona kuning adalah Kabupaten Raja Ampat dan Kaimana. Untuk Kabupaten Teluk Bintuni dan Manokwari Selatan sudah kembali ke zona hijau. Hampir dua bulan tidak ditemukan kasus baru dua daerah ini.

“Empat daerah lain, yakni Maybrat, Sorong Selatan, Pegunungan Arfak dan Tambrauw sejak awal belum pernah ada laporan kasus positif. Maka empat daerah ini juga masih dalam zona hijau,” sebut Arnold.

Ia berharap lima daerah merah di Papua Barat perlahan berubah ke zona kuning hingga hijau. Partisipasi masyarakat dan kerja keras gugus tugas di setiap daerah menjadi penentu. (ANT)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: