Jalan Gunung Pasir Papua Barat Rusak Parah

  • Sengaja dipelihara

MANOKWARI,  papuabaratnews.coBalai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XVII Manokwari diminta serius mengevaluasi proses pekerjaan jalan Trans Papua Barat, khususnya di Gunung Pasir, Distrik Mubrani, Kabupaten Tambrauw yang selama ini rusak parah sehingga mengancam keselamatan warga yang melintas.

Tokoh Pemuda Distrik Senopi, Tony Teniwut mengatakan,  pekerjaan jalan Gunung Pasir sudah dilakukan sejak tahun 2005 namun sampai saat ini, pekerjaan pembangunan jalan Gunung Pasir tidak pernah selesai. Menurutnya,  kerusakan jalan Gunung Pasir sengaja dipelihara sehingga setiap tahunnya mengalir kucuran dana pekerjaan dan perawatan jalan.

“Kami punya kesan dan menilai kerusakan jalan ini sengaja dipelihara, sehingga tiap tahun ada dana yang turun ke situ,” ujarnya kepada Papua Barat News di Manokwari,  Minggu  (18/10/2020).

Tony menyebutkan,  kondisi jalan gunung pasir yang rusak parah itu telah memakan korban jiwa. Dia mencatat bahwa sejak 2006 hingga September 2020 ini sudah 6 orang meninggal dunia karena kecelakaan maut karena jatuh ke jurang dan 15 orang lainnya tercatat luka berat dan ringan. Karena itu dia meminta dengan tegas agar Balai Pelaksanaan Jalan segera mencari solusi penyelesaian jalan gunung pasir.

“Balai harus mencari solusi jalan baru sebagai alternatif karena jalan ini adalah jalan maut yang telah memakan korban jiwa,” urainya.

Ia menambahkan, PT Putra Bungsu sebagai kontraktor pemenang tender yang mengerjakan jalan Gunung Pasir dinilai gagal. Hal ini dikarenakan,  begitu lamanya proses pekerjaan jalan Gunung Pasir yang tidak selesai sejak 2005.

“Kontraktor yang mengerjakan jalan Gunung Pasir ini kan,  kontraktor tunggal, kenapa tidak selesai sampai saat ini,” ucapnya.

Senada dengan Tony,  Kepala Suku Mpur Provinsi Papua Barat,  Hofni Ajoi meminta, Balai Pelaksanaan Jalan segera mengevaluasi kinerja PT Putra Bungsu yang dinilai tidak mampu menyelesaikan pekerjaan pembangunan Jalan Gunung Pasir.

“PT Putra Bungsu harus dievalusi karena kami masyarakat kecil yang jadi korban setiap melewati jalan gunung pasir pasti takut dan cemas,” bebernya.

Dia mengutarakan, jalan Gunung Pasir menjadi urat nadi utama penghubung lima kabupaten di antaranya, Kabupaten Manokwari, Tambrauw, Maybrat, Sorong Selatan, Sorong dan Kota Sorong. Karena itu, Balai Pelaksana Jalan, harus mempertimbangkan alternatif jalan lain yang jauh lebih aman bagi masyarakat.

“Jalan dari kampung Mitefa tembus menuju kampung Pubuan Distrik Kebar Timur dapat menjadi salah satu jalan alternatif, sehingga tidak harus melalui gunung Pasir,” jelasnya.

Dia menegaskan,  apabila aspirasi ini tidak didengar oleh Balai Pelaksana Jalan dan PT Putra Bungsu, maka akan mengerahkan warga untuk melakukan pemalangan kantor Balai Pelaksana Jalan. Hal ini ditegaskannya sebagai sikap resmi mewakili masyarakat Tambrauw yang selama ini melewati jalan Gunung Pasir.

“Kami akan palang dan demo ke Balai, apabila aspirasi ini tidak didengarkan,” pungkasnya.

Papua Barat News telah berusaha menghubungi pihak Balai Pelaksana Jalan untuk meminta tanggapan namun selalu tidak bisa. Sampai berita ini diturunkan belum ada konfirmasi atau pun tanggapan resmi melalui Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XVII, Manokwari. (PB22)

Artikel ini telah terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 19 Oktober 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: