Jam Kerja ASN Dibatasi Hanya Lima Jam

MANOWKARI, papuabaratnews.co – Guna mengurangi resiko penularan virus korona, maka jam kerja efektif Aparatur Sipil Negara (ASN)dilingkup pemkab Manokwari yang bekerja di kantor dibatasi hanya lima jam. Dimulai pukul 08.00-13.00 WIT, tanpa jam istirahat.

Hal tersebut tertuang dalam surat edaran Bupati pada 16 Juli 2020, bahwa terhitung mulai tanggal 16 Juli 2020 ASN dilingkup Pemkab Manokwari kembali melaksanakan tugas kedinasan dengan kembali bekerja di kantor dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan wajib memperhatikan protokol kesehatan.

“Pimpinan perangkat daerah mengatur jadwal kerja pegawainya disesuaikan kondisi ruang kerja (physical distancing). Setiap perangkat daerah wajib menyediakan sarana cuci tangan berupa air mengalir, sabun cuci tangan dan hand sanitizer,” terangnya dalam edaran tersebut.

Pimpinan perangkat daerah juga diminta mewajibkan pegawainya memakai masker baik didalam maupun luar ruangan, menjalankan pembatasan fisik dan membudayakan pola hidup bersih dan sehat dilingkungan kerja, rumah, tempat umum maupun alat alat transportasi umum, dan tidak memberikan pelayanan kepada masyarakat yang tidak menggunakan masker.

Pembelajaran Secara Daring/Luring

Sementara untuk proses belajar mengajar Paud/TK, SD, SMP di wilayah Kabupaten Manokwari, tidak diperkenankan melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam bentuk tatap muka. Adapun kegiatan dilakukan secara daring/luring/modul dengan memanfaatkan teknologi informasi serta sumber daya yang ada.

Pihak sekolah juga dilarang mengumpulkan siswa dalam bentuk apapun termasuk masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) bagi siswa baru tahun ajaran 2020/2021 kecuali secara daring/luring/modul.

Kabid SD Dinas Pendidikan Manokwari, Sem Ayok beberapa waktu lalu kepada media ini mengatakan, saat ini kasus positif Covid-19 di Manokwari terus meningkat, dengan demikian proses belajar mengajar secara tatap  muka belum bisa dilakukan. Untuk itu proses belajar mengajar masih dilakukan dari rumah sambil melihat proses perkembangan situasi kedepan, sambil menunggu kebijakan dari pemerintah daerah dalam hal ini kabupaten Manokwari dan Provinsi Papua barat.

“Untuk  sementara kita ikuti aturan yang sudah dikeluarkan pemerintah provinsi menindaklanjuti keputusan dari pemerintah pusat yakni belajar dari rumah,” pungkasnya. (PB19)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: