Kasus Covid-19 di Papua Barat Terus Menurun

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Papua Barat terus mengalami penurunan dalam sebulan terakhir.

Per 13 September 2021, kasus aktif tercatat ada 180. Jumlah ini tersebar di Kabupaten Teluk Bintuni 67 kasus, Kota Sorong 44 kasus, Kabupaten Sorong 17 kasus, Sorong Selatan 14 kasus, Manokwari 9 kasus, Manokwari Selatan 8 kasus, Kaimana 8 kasus, Fakfak 6 kasus, Teluk Wondama 4 kasus dan Tambrauw 3 kasus.

Juru Bicara Satgas Covid-19 dr Arnold Taniap mengatakan, grafik penurunan kasus aktif terjadi sejak pertengahan Agustus hingga minggu kedua September 2021. Akan tetapi, perlu pengamatan yang cermat beberapa minggu ke depan untuk memastikan bahwa Papua Barat sudah masuk ke fase landai.

“Kurang lebih satu bulan ini menurun tajam. Tapi belum bisa pastikan apakah kasus tidak meningkat lagi,” kata dr Arnold saat ditemui Papua Barat News di RS Provinsi, Selasa (13/9/2021).

Penurunan kasus, sambung dia, tidak hanya terjadi di Papua Barat tetapi seluruh wilayah di Indonesia. Apabila diamati secara keseluruhan, maka tren penularan kasus virus korona pada masa pandemi sangat fluktuasi.

“Kadang naik di suatu waktu, kadang menurun lagi,” ucap Arnold.

Di sisi lain, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Papua Barat meningkat tajam. Persentase kesembuhan mencapai 97,7% atau 22.192 orang. Kondisi ini didukung oleh gencarnya pelaksanaan vaksinasi secara massal yang diikuti kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Vaksinasi mulai gencar,” tutur dia.

Dia mengakui keterbatasan kit/reagen RT-PCR di seluruh kabupaten/kota menjadi faktor aksi 3T (Tes, telusur dan tindak lanjut) belum kembali dimaksimalkan. Selain kit/reagen, stok rapid antigen juga menipis. Sebab, kit/reagen banyak digunakan seiring terjadinya lonjakan kasus pada Juli 2021.

“Tracing secara aktif tidak dilakukan tapi secara pasif,” jelas dia.

“Kasus positif juga kan menurun,” ucap dia menambahkan.

Arnold mengimbau agar masyarakat selalu waspada terhadap penularan virus dengan menerapkan protokol kesehatan.

Kewaspadaan tersebut disebabkan adanya varian baru yang muncul di beberapa negara yaitu Lambda, Mu dan C12. Dimana, ketiga varian ini belum ditemukan di Indonesia.

“Jangan kehilangan kewaspadaan. Karena, para ahli kesehatan juga belum bisa simpulkan bahwa pandemi ini sudah berakhir,” tutur dia.

Dinas Kesehatan Papua Barat mencatat persentase kesembuhan pasien yang terpapar virus korona di kabupaten/kota meliputi; Raja Ampat 99,5%, Kaimana 96,6%, Sorong Selatan 90,6%, Kota Sorong 99,1%, Kabupaten Manokwari 97,8%, Teluk Wondama 97,4%, Manokwari Selatan 95,4%, Teluk Bintuni 94,6%, Fakfak 97,2%, Kabupaten Sorong 96%, Tambrauw 91,7%, Maybrat 66,7% dan Pegunungan Arfak nihil kasus.

Sebelumnya, Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Papua (FKMPP) Benny Marthen Maran mengapresiasi penanganan pandemi Covid-19 di Papua Barat.

“Keberhasilan itu perlu diapresiasi oleh masyarakat di seluruh Indonesia,” jelas Marthen.

Ada beberapa hal yang menunjang penanganan pandemi Covid-19 yaitu teknis pelaksanaan pelayanan di lapangan, sukses mengimplementasikan 3M serta sinergitas pemerintah pusat dan daerah dengan menggerakkan semua elemen di daerah seperti TNI, Polri serta masyarakat setempat. (PB15)

**Berita ini Diterbitkan di Harian Papua Barat News edisi Rabu 15 September 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: