Kasus Pembunuhan Anggota Brimob Dilimpahkan ke Kejaksaan

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Penyidik Polres Teluk Bintuni akhirnya melimpahkan berkas perkara dan tersangka FA dan PW kepada Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni, untuk menjalani proses hukum selanjutnya. Pelimpahan tahap dua tersebut berlangsung di markas Polda Papua Barat, pada Rabu (19/8/2020) siang.

FA dan PW adalah tersangka kasus dugaan pembunuhan terhadap salah satu anggota Brimob Kompi 3 Batalyon A Pelopor Polda Papua Barat, Briptu Anumerta Mesak Viktor Pulung. Korban ditemukan tewas pada 15 April 2020 lalu, ketika menjalani tugas pengamanan di PT Wana Galang Utama (WGU), Distrik Moskona Selatan, Kabupaten Teluk Bintuni.

Pelimpahan dilakukan oleh Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, AKP Junaidy Anthonius Weken, kepada Jaksa Penuntut Pieter Louw selaku Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) dan Ramli Amana selaku Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Teluk Bintuni.

Sedangkan tersangka FA, didampingi oleh Yan Christian Warinussy selaku penasehat hukumnya.

“Kejaksaan sudah menerima berkas perkara sekaligus tersangka. Saya selaku koordinator penasehat hukum tersangka FA. Untuk tersangka PW, kami akan komunikasikan kepada keluarganya di Maybrat agar dapat didampingi penasehat hukum,” kata Warinussy saat dikonfirmasi Papua Barat News.

Sebagai informasi, FA dan PW diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Mesak Viktor Pulung bersama lima orang tersangka lainnya yaitu YA, MA, IO, TA dan AF masih dalam pengejaran aparat keamanan.

Motif dari pembunuhan berencana tersebut adalah merampas senjata api milik korban. Dimana sepucuk AK-101 dan satu magasen berpeluru kaliber kal 5,56 x 45 mm tidak ditemukan di tempat kejadian. Diduga, senjata milik korban dibawa lari para pelaku.

Para pelaku ini pun diduga adalah bagian dari kelompok separatis Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Sebab, ditemukan barang bukti lain berupa bendera KNPB, bendera bintang kejora, empat replika senjata api laras panjang, sejumlah senjata tajam, peluru, buku agenda dan daftar struktur kepengurusan KNPB, saat penangkapan PW di Maybrat.

“Hasil penyelidikan dan penyidikan kami, terungkap bahwa FA berperan sebagai informan dan pengintai. Saat itu, FA memberitahukan kamar korban sekaligus memantau saat PW dan rekan-rekannya mengeksekusi korban,” kata Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua Barat, Kombes Ilham Saparona beberapa waktu lalu. (PB13)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: