Kesulitan Registrasi Ulang, Nakes Registrasi Secara Manual

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Pelaksanaan imunisasi Covid-19 bagi tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Manokwari sudah mulai berjalan sejak dilaunching pekan lalu. Namun masalah yang dihadapi para nakes saat ini adalah kesulitan untuk melakukan registrasi kembali.

Diketahui Kementerian Kesehatan sediakan layanan registrasi bagi penerima vaksinasi Covid-19 melalui Chatbot whatsapp. Layanan ini bertujuan untuk mempermudah penerima vaksinasi Covid-19 melakukan registrasi dimana pun. Setelah terverifikasi, tenaga kesehatan dapat mendaftarkan diri untuk membuat janji di fasilitas kesehatan sekitar dan mendapatkan konfirmasi terkait waktu dan tempat pelaksaan vaksin.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Manokwari, Marthen Rantetampang saat ditemui Rabu (20/1/21) menjelaskan, nakes yang sudah terdaftar sulit mengakses untuk registrasi kembali. Sehingga proses registrasi dilakukan secara manual yakni menggunakan nomor induk kependudukan (NIK), berdasarkan petunjuk dari Kementerian Kesehatan (kemenkes).

“Kemenkes telah mengevaluasi dan melihat perkembangan setiap harinya, kenapa jumlah capaian harian sedikit perkembangannya, maka mungkin yang menjadi pertimbangan adalah untuk memudahkan kita (nakes) yang terdaftar di di sistem informasi sumber daya manusia kesehatan cukup membawa KTP ke layanan untuk dilakukan registrasi ulang, kemudian diskrining dan diimunisasi,” jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu (20/1/2021).

Marthen melanjutkan, beberapa layanan kesehatan telah mengambil vaksin dan mulai melakukan vaksinasi. Fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) dimaksud yakni RSAL, RS Bhayangkara, RSAD, Puskesmas Sanggeng, Maripi, Wosi, Tanah Rubuh, Amban dan Masni.

Sementara terkait jumlah nakes yang telah di vaksin, dirinya mengaku sejauh ini belum mendapat laporan terkait hal tersebut.

“Kami belum dapat laporan berapa jumlah nakes yang sudah divaksinasi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, target batas registrasi ulang vaksinasi yakni sampai 25 Januari 2021 ini, dan harus selesai semua untuk sesi pertama dan akan masuk untuk  vaksin sesi kedua. Adapun target nakes secara kesseluruhan kisaran 1.800 orang yang telah terdaftar.

“Untuk suntikan pertama sampai 25 Januari, itu tantangannya. Selain kaitannya dengan aplikasi, tetapi juga secara psikologi belum semua nakes yang bersedia di vaksin. Setelah tanggal 25 Januari sudah masuk suntikan kedua. Satu orang dapat dua kali suntikan dengan selang waktu 14 hari,” terang Marthen.

“Setelah ada beberapa nakes yang telah disuntik dan aman-aman saja tidak terjadi apa-apa, maka (nakes) yang lainnya pun akan termotivasi. Mungkin secara psikologis saja, karena baru pertama kali,” tutupnya. (PB19)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 21 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: