Lakotani : Misa Dibuka, Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

MANOKWARI, papuabaratnews.co Gereja Katolik di wilayah Keuskupan Manokwari-Sorong diminta agar tetap menerapkan protokol kesehatan saat perayaan misa dibuka kembali untuk umum sejak 1 Agustus mendatang. Perayaan misa sebelumnya diadakan secara online setelah pemerintah mengumumkan adanya pembatasan aktivitas di luar rumah, sebagai upaya menekan penyebaran virus korona pada Maret lalu.

Wakil Gubernur Papua Barat  Muhammad Lakotani, mengatakan, pembukaan ibadah publik di tengah pandemi Covid-19  memang dilematis. Namun apabila telah diputuskan, maka perayaan ibadah misa publik wajib menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

“Kita menyambut baik dan mengapresiasi langkah yang diambil oleh Uskup untuk membuka kembali ibadah. Namun karena pandemi Covid-19 belum berakhir maka kita wajib patuhi protokol kesehatan,” ujarnya saat dikonfirmasi Papua Barat News di Manokwari, Jumat (17/7/2020).

Lakotani menyebutkan beberapa denominasi Gereja Kristen termasuk Masjid di wilayah Manokwari Raya perlahan-lahan mulai membuka pelayanan ibadah bersama, jauh sebelum KMS menetapkan kembali membuka ibadah publik. Karena itu dirinya berharap rencana pembukaan misa publik sebaiknya dikoordinasikan dengan Gugus Tugas Covid-19 baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi. Hal ini guna mencegah terjadinya potensi penularan Covid-19 di wilayah zona merah.

“Sebaiknya Keuskupan melakukan diskusi dan meminta pendapat Gugus Tugas Covid-19 terkait rencana pembukaan ibadah publik agar mendapat masukan dan saran yang tepat sebelum membuka pelayanan ibadah publik,” pungkasnya. (PB22)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: