Manokwari Selatan kembali Zona Merah

RANSIKI, papuabaratnews.co – Kabupaten Manokwari Selatan kembali ke zona merah, setelah seorang warga terkonfirmasi positif Covid-19.

Juru bicara Pemprov Papua Barat pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Arnoldus Tiniap mengatakan pasien tersebut diketahui positif korona setelah melakukan pemeriksaan swab test di Klinic Divari Medical Centre (DMC), yang kemudian diperiksa di Laboratorium RSU Provinsi Papua Barat di Manokwari.

Setelah dipastikan positif korona, pasien berjenis kelamin wanita, usia 51 tahun itu dipindahkan ke RSUD Manokwari, untuk menjalani karantina.

“Pasien itu sebelumnya dibawa dari Mansel, dengan keluhan gangguan pernapasan. Kalau ringan tidak mungkin mereka bawa ke kota,” kata Tiniap.

Arnoldus lalu meminta Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manokwari Selatan segera melakukan tracing.

“Melacak pesebaran keluarganya dan tempat dimana dia bekerja,” tukasnya.

Sementara itu dihubungi terpisah, Sekda Manokwari Selatan Hengky Veki Tewu meminta masyarakat untuk tidak panik dengan adanya informasi kasus baru itu.

“Dari awal, kami sudah mengingatkan bahwa kalau kita tidak waspada dan berhati-hati maka aka nada kasus posisif lagi. Kami juga tidak membesar-besarkan bahwa daerah ini zona hijau, tapi sementara kita bisa mengendalikannya, tapi sekarang ada lagi kasus positif,” ujarnya.

Hengky mengaku, sejak awal pihaknya telah mewajibkan penerapan protokol kesehatan, namun dia mengakui tidak menjamin bahwa Manokwari Selatan akan terus bebas dari pandemi Covid-19.

“Ini kembali terjadi karena kita lengah dan mulai longgar. Contohnya, saat ini banyak warga yang beraktivitas di luar rumah, tapi tidak lagi mengenakan masker,” terangnya.

Menurutnya, cara paling mujarab untuk menjaga diri dari Covid-19 adalah dengan mendisiplinkan diri, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Kami sudah memerintahkan agar di pasar tetap dijaga, tapi saat ini kami tidak tahu apa instruksi kami masih dijalankan,” ujarnya.

Dia lalu mengingatkan Dinas Kesehatan untuk memainkan peran, dengan melakukan tindakan-tindakan preventif yang lebih masif.

“Warga juga kalau tidak penting jangan kumpul-kumpul dulu, acara-acara besar yang mengundang banyak orang sebaiknya ditunda saja. Harus tetap dengan pembatasan jumlah dan penerapan protokol kesehatan. Kita harus kembali perkuat semuanya,” tegasnya. (PB24)

**Artikel ini Sudah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 31 Agustus 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: