Masyarakat Belum Melihat Limbah Sebagai Persoalan Serius

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Tingkat kesadaran masyarakat  akan bahaya limbah terhadap lingkungan  masih rendah. Padahal persoalan lingkungan ini harus di tangani dengan serius demi kelangsungan hidup kedepan.

Kepala Bidang Pengendalian, Kerusakan Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati, Dinas Lingkungan Hidup Manokwari, Yohanes Ada’ Lebang menuturkan, persoalan lingkungan harus di tangani secara serius. Katanya, bahkan tak sedikit masyarakat yang menganggap remeh permasalahan lingkungan.

“Manokwari tingkat pencemarannya cukup tinggi, walaupun belum ada kajian tetapi berdasarkan pengalaman yang ada bahwa sebenarnya pembuangan limbah baik domestik maupun B3 selama puluhan tahun dan tidak terkontrol, menjadi salah satu indikator bahwa Manokwari sudah cukup tercemar,” tuturnya, Selasa (1/9/2020).

Ia menegaskan, jika persoalan lingkungan tidak tertangani dengan baik maka dampaknya akan buruk baik saat ini bahkan di masa yang akan datang.

“Jangan dianggap remeh, dampaknya banyak sekali, kerusakan tanah, air sumur, penyakit dan lainnya,”. Terkait pengelolaan limbah domestik yaitu hasil cucian, sabun surfaktan, deterjen, dan limbah rumah tangga serta limbah B3 dari para pengusaha baik solar, aki, oli dan lainnya itu sangat berbahaya,” tegasnya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat dapat lebih bertanggung jawab untuk melihat persoalan lingkungan dan meningkatkan kesadaran bahwa pengendalian dan pengelolaan lingkungan kedepan harus lebih baik.

“Sudah puluhan tahun limbah tersebut tidak terkontrol dengan baik. Mari tingkatkan kesadaran Tidak hanya menjadi tugas pemerintah saja,” ajak Lebang.

Kedepan pihaknya akan mendorong tanggung jawab sosial perusahaan, salah satunya dengan pembentukan forum CSR.

“Mari bantu pemerintah dengan CSR, bila perlu ada pembentukan forum CSR. Supaya kita melihat persoalan ini bersama. kalau hanya mengandalkan pemerintah, berapa kemampuan pemerintah, dana untuk itu. Sementara biaya untuk lingkungan itu sangat mahal, dengan teknologi yang ada saat ini,” sambungnya.

Jika pihaknya dapat mendorong bersama untuk pembentukan forum CSR dan perusahaan bertanggung jawab, maka hal tersebut akan semakin meringankan perihal pengelolaan dan pengendalian lingkungan hidup.

“Kalau hanya mengandalkan pemerintah, minta maaf. Mari pengusaha juga bertanggung jawab terhadap sosialnya dan itu diatur Undang-Undang,” tandas Lebang. (PB19)

**Artikel ini Sudah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 2 September 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: