Masyarakat Diimbau Segera Lapor ke Disdukcapil untuk Sinkronkan Nomor NIK dan KK

 

MANOKWARI, papuabaratnews.co Masyarakat Manokwari diimbau untuk segera melapor ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (disdukcapil) Manokwari untuk mensinkronkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK).

Kepala Bidang Pencatatan Sipil, Disdukcapil Manokwari, Harry Ramandey saat ditemui belum lama ini menjelaskan, saat ini telah hadir KK online. Untuk itu masyarakat diminta untuk segera melaporkan ke disdukcapil untuk untuk menyinkronkan data.

Karena sebelumnya pencetakan KK masih menggunakan tanda tangan kepala dinas. Namun setelah hadirnya KK online maka tidak lagi menggunakan tanda tangan, melainkan barkode. “Setelah ada perubahan elemen data, dulu tidak ada golongan darah sekarang ada golongan darah dan ada status perkawinan, tanggal perkawinan dan nomor register perkawinan,” ungkapnya.

Harry juga menjelaskan, apabila masyarakat mau mencetak KK baru tanpa ada laporan surat nikah, maka akan muncul kawin tidak tercatat. Untuk itu wajib membawa surat nikah.

“Jika tidak membawa maka akan tertulis kawin tidak tercatat. Apabila sudah tercatat, jika masyarakat ingin mengurus sesuatu salah satunya BPJS, maka BJS tidak lagi meminta akte perwakiwan atau surat perkwainan karena sudah ada dalam KK,” jelasnya.

Tidak sinkronnya antara nomor NIK dan KK, menjadi kendala tersendiri bagi masyarakat, karena tidak dapat terbaca oleh sistem. Sehingga tidak sedikit masyarakat yang datang untuk melaporkannya ke disdukcapil guna diaktifkan.

“Terkait pengaduan, belum tentu KTP dan KK yang cetak itu sudah online. Setelah ada pengaduan baru kami onlinekan. Karena pada saat mereka membuat KK, data awal sudah terbaca ke data pusat. Maka data baru belum tentu terbaca, setelah ada pengaduan kami melakukan revisi data ulang,” terang harry.

“Kami kirimkan via aplikasi Watshapp ke pusat satu kali 24 jam, setelah ada jawaban maka KK tersebut sudah bisa digunakan. Apabila ada pelaporan atau pengaduan, kami lakukan itu. Tetapi apabila tidak ada pengaduan, maka KK tersebut berjalan terus artinya tetap bisa digunakan,” lanjutnya.

Disebutkan Harry, tidak disinkronnya NIK dan nomor KK dikarena adanya perpindahan alamat, dan jika alamat berubah maka nomor KK juga akan berubah.

“Masyarakat datang melapor kami tulis nomor KK, NIK, nama, pengaduan tentang apa. Misalnya pendaftaran STPDN, dan lainnya. Kami kirimkan ke pusat dan menunggu jawaban biasanya satu kali 24 jam,” sebutnya.

Harry mengungkapkan, adapun jumlah pengaduan yang masuk sebanyak sekitar ratusan setiap harinya. Harry kembali mengaskan, bahwa Nomor KK dan KTP tidak akan pernah sama. Nomor KK bisa berubah-berubah tergantung dari tempat tinggal. Dimana di dalamnya ada kode wilayah provinsi, kabupaten, distrik, kelurahan, bulan pencetakan dan nomor pencetakan.

“Semua data berpatokan pada data KK. Data awal dan data kebenaran adalah data KK. Kalau data KK salah maka semua salah. Untuk itu kami minta kepada masyarakat untuk melampirkan ijazah, karena ijazah tidak bisa dirubah dan akan kita sesuaikan,” tandasnya. (PB19)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: