Meski Sering Terima Ancaman, Pemda Mansel Tetap Lanjutkan Program Vaksinasi

RANSIKI, papuabaratnews.co – Tantangan besar terus diterima tenaga medis Manokwari Selatan (Mansel) terkait program vaksinasi. Cacian dan fitnah sudah jadi makanan sehari-hari.

Tidak hanya sampai disitu, tenaga medis yang bertugas sering mendapatkan ancaman verbal dari kelompok yang menolak vaksinasi Covid-19.

Meski begitu, Sekda Mansel Hengky Tewu menegaskan, pihaknya akan terus melaksanakan program vaksinasi di daerah tersebut. Tewu juga mengibaratkan tenaga medis sebagai orang Samaria dalam cerita Alkitab.

“Saya juga hampir setiap hari diancam karena vaksin. Para tenaga medis ini saya ibaratkan orang Samaria. Saya juga ibarat kondisi sekarang ini kita seperti ada di kapal yang mau tenggelam. Kita bertugas untuk bagikan pelampung, mau dipakai atau tidak, urusan masing-masing,” tuturnya di Ransiki, Kamis (29/7/2021).

“Semua ancaman, semua fitnah itu tidak akan mempengaruhi kami. Kalau masukan, kami dengar. Kami akan selalu maju tak gentar,” sambungnya.

Tewu menegaskan, tak ada yang perlu ditakutkan dari vaksinasi Covid-19. Sebab kata dia, vaksin ini mengelabui tubuh seperti telah diserang Covid-19.

“Saya selalu sampaikan, yang bisa melawan Covid-19 adalah antibodi kita. Vaksin ini mengelabui tubuh seakan-akan tengah diserang virus, sehingga antibodi kita sudah mengenal virus tersebut dan menyiapkan diri ketika virus aslinya masuk. Covid masuk itu masa berbahayanya dari hari pertama sampai hari ketujuh di mana tubuh menyerang tubuh. Pada orang yang sudah divaksin, itu tidak terjadi,” ujarnya.

Tewu mengungkapkan, dari semua berita yang disebarkan terkait meninggalnya orang setelah divaksin merupan informasi hoax dan tidak patut dipercaya.

“Kita sudah cek, ternyata yang meninggal itu belum divaksin. Ada satu yang sudah divaksin, tapi meninggal karena penyakit diare kemudian memilih minum ramuan-ramuan,” ungkapnya.

Tewu kemudian menegaskan, dirinya siap bertanggungjawab penuh terkait vaksinasi di Mansel.

“Contohnya kalau misalnya pada waktu saya vaksin Pak Asisten 1 kemudian terjadi apa-apa, saya pasti langsung lengser. Kalaupun saya harus masuk penjara, saya masuk penjara karena berbuat baik,” punkasnya. (PB24)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: