MRP dan MRPB Sepakat Gelar RDP OAP

  • Tarik kembali draf revisi UU Otsus

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) sepakat menggelar rapat dengar pendapat (RDP) untuk membahas efektivitas pelaksanaan Otonomi Khusus  Papua.

Ketua MRP Timotius Murib mengatakan, MRP dan MRPB menetapkan agenda bersama untuk melaksanakan RDP OAP tentang efektivitas pelaksanaan Otsus di Tanah Papua, sebelum mengkomunikasikan dengan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

“Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari agenda bersama kedua lembaga negara yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2008  tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, dimana menjadi representasi kultural orang asli Papua,” kata Timotius melalui pernyataan tertulis yang diterima Papua Barat News, Rabu (2/9/2020).

Ia menjelaskan, agenda bersama MRP dan MRPB telah disepakati dan dituangkan dalam sebuah nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh Ketua MRP dan Ketua MRPB di Jakarta, Selasa (1/9/2020).

Penandatangan MoU itu didahului sesi pertemuan bersama antara MRP dan MRPB, untuk membahas sejumlah poin yang berkaitan dengan pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat Umum dan Rapat Pleno Luar Biasa, tentang 20 tahun efektivitas pelaksanaan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2008 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

Ia melanjutkan, kerjasama MRP dan MRPB sebagai upaya orang asli Papua untuk mengevaluasi pelaksanaan kebijakan Otonomi Khusus dan mencari solusi terbaik demi masa depan orang asli Papua di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

“Sebelum melihat lebih dalam mengenai efektivitas pelaksanaan Otonomi Khusus di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, MRP dan MRPB akan melakukan sesi pertemuan bersama yang diakhiri penandatanganan MoU bersama, sebagai kesepakatan bersama kedua lembaga negara itu dalam melaksanakan Rapat Dengar Pendapat Umum dan Pleno Luar Biasa bersama orang asli Papua,“ jelas Murib.

Ketua MRPB Maxi Nelson Ahoren mengatakan, kerjasama ini adalah momentum orang asli Papua bersatu untuk memikirkan masa depannya.

“Kami dari MRPB melihat kerjasama antara kami dan MRP sebagai momentum dalam menjalankan mandat Pasal 77 dan Pasal 78 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001,“ ujarnya.

Tarik kembali draf revisi UU Otsus

Salah satu agenda bersama MRP dan MRPB selama di Jakarta adalah meminta kembali draf revisi UU otsus bagi Papua untuk dibahas bersama orang asli Papua.

Ketua MRPB Maxsi Ahoren menuturkan, pada kesempatan itu kedua lembaga ini menyerahkan hasil keputusan Pleno Luar Biasa MRP dan MRPB pada 28 Februari 2020 di Sentani, Jayapura. Salah satu keputusan dari Pleno Luar Biasa itu adalah MRP dan MRPB meminta kembali draf UU Otsus Plus yang telah diserahkan ke Kemendagri.

“Pada dasarnya kami menyampaikan kepada Kementrian Dalam Negeri tentang rencana RDP dan meminta kembali draf Undang-Undang Otsus Plus. Kementerian Dalam Negeri sangat mendukung rencana pelaksanaan RDP dari MRP dan MRPB,” ujar Maxsi.

Ketua MRP Timotius Murib menambahkan, sebelum merevisi kebijakannya mengenai Otonomi Khusus di Tanah Papua, pemerintah pusat dan DPR RI sebaiknya mendengarkan aspirasi orang asli Papua.

“Khususnya solusi yang ditawarkan oleh orang asli Papua untuk masa depannya sendiri,” katanya.

Selain dengan Kementerian Dalam Negeri RI, MRP dan MRPB mengagendakan pertemuan dengan DPR RI, pada hari ini (3/9/2020). Mereka juga akan meminta untuk mengambil kembali draf revisi UU Otonomi Khusus Papua yang telah masuk dalam Prolegnas 2020 DPR RI.

“Upaya MRP dan MRPB untuk meminta kembali draf revisi UU Otonomi Khusus Papua itu adalah bagian dari konsistensi MRP dan MRPB dalam melaksanakan perintah pasal 77 UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat,” tegas Murib. (PB1)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 3 September 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: