Papua Barat Butuh Dokter Spesialis Tangani Korona

MANOKWARI,  papuabaratnews.co – Gubernur Dominggus Mandacan menyatakan Provinsi Papua Barat masih membutuhkan sejumlah dokter spesialis untuk penanganan pasien yang terjangkit virus korona jenis baru atau Covid-19.

“Paling tidak tujuh dokter spesialis yang kita butuhkan, di antaranya spesialis paru, anestasi, radiologi dan patologi. Nanti akan kami tempatkan di rumah sakit provinsi dan daerah-daerah yang sangat membutuhkan dukungan dokter spesialis,” ucap Gubernur pada rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Manokwari, Selasa (7/7/2020).

Pada pertemuan bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendi, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Dominggus menjelaskan Pemprov Papua Barat telah membuka penerimaan dokter spesialis sejak April 2020 lalu, namun hingga saat ini belum ada yang mendaftar.

Ia menyebutkan, penerimaan dokter spesialis di Papua Barat hingga saat ini masih dibuka. Pemprov Papua Barat bahkan sanggup membayar gaji bagi mereka antara Rp 75 juta hingga Rp 80 juta per bulan per orang.

Selain honor, pemerintah daerah juga akan menyiapkan tempat tinggal yang layak serta kendaraan operasional selama menjalankan tugas di Papua Barat.

“Awalnya kita hanya siapkan gaji atau honor sebesar Rp 50 juta dan fasilitas tempat tinggal juga kendaraan operasional. Tidak ada yang minat, lalu kita koordinasi dengan Kejaksaan juga BPK dan akhirnya honornya kita naikan menjadi Rp 75 juta sampai Rp 80 juta,” paparnya.

Guna meningkatkan kemampuan dalam penanganan Covid-19, pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota terus berusaha melengkapi fasilitas dan tenaga kesehatan serta sarana pendukung lainya.

Di Papua Barat, lanjut Dominggus, saat ini sudah ada 14 rumah sakit rujukan Covid-19. Kementerian Kesehatan pun telah memberikan izin pengoperasian rumah sakit umum (RSU) Provinsi di Manokwari.

“Untuk alat deteksi Covid-19, di RSU provinsi sudah ada dua PCR (polymerase chain reaction) dan satu TCM (tes cepat molekuler) yang kita operasikan. Di Bintuni PCR juga ada dua, Kabupaten Sorong satu. Fakfak dan Teluk Wondama juga sudah mengoperasikan TCM,” katanya.

Dalam waktu dekat, kata dia, rumah sakit umum daerah (RSUD) Manokwari pun akan mengoperasikan PCR. Saat ini beberapa tenaga kesehatan sedang menjalani pelatihan di laboratorium kesehatan Makassar, Sulawesi Selatan.

Pada kesempatan itu, Dominggus berharap gugus tugas nasional maupun Kementerian Kesehatan membantu Papua Barat memenuhi kekurangan tenaga dokter tersebut. Dokter spesialis sangat dibutuhkan untuk memperlancar penanganan Covid-19.

Bantu promosi

Menanggapi ketiadaan dokter spesialis untuk menangani pasien korona di Papua Barat, Menteri Kesehatan, Terawan  Agus Putranto menyatakan akan membantu mempromosikan tawaran Pemprov Papua Barat atas permintaan tenaga dokter spesialis.

“Kami akan bantu mempromosikan kepada para dokter dengan tawaran honor ini. Kita akan bantu melalui jalur yang ada,” ujar Terawan.

Kata Terawan, saat ini Kementerian Kesehatan tidak memiliki kewenangan untuk menempatkan dokter di daerah. Kewenangan itu hilang setelah Perpres No 47/2017 digugat.

Meski demikian, kata Terawan, ada jalur yang bisa mereka gunakan untuk memenuhi permintaan Pemprov Papua Barat.

“Jalurnya nanti kami cek relawan yang ada soal dokter spesialis paru, anestesi dan sebagainya. Di BPSDM juga kami akan cek. Bahkan, kami juga akan cek di jalur Nusantara Sehat. Kami bisa dorong dari situ,” ungkapnya.

Dia lalu mengatakan tawaran Rp75-80 juta per bulan untuk dokter yang bersedia ini menunjukan kesungguhan masyarakat Papua Barat untuk bisa menerima dokter spesialis.

“Saya salut dan sangat menghargai upaya dan kesungguhan ini. Akan saya sampaikan,” tegasnya. (PB22)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: