Papua Barat Dapat Tambahan 10.720 Dosin Vaksin Covid-19

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Provinsi Papua Barat akan mendapat tambahan 10.720 dosis Vaksin Covid-19 pada tahap kedua, setelah sebelumnya menerima 7.160 dosis. Vaksin tahap kedua itu akan tiba di Papua Barat pada awal Februari 2021.

Dengan begitu, jumlah penerima vaksin akan ditambah tidak hanya tenaga kesehatan dan aparat TNI/Polri, namun juga menyasar kelompok masyarakat kategori rentan.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua Barat, Derek Ampnir mengatakan, pihaknya tengah menunggu kiriman vaksin tahap kedua untuk Papua Barat. Puluhan ribu dosis vaksin itu akan disalurkan ke 10 daerah di Papua Barat.

“10.720 dosis vaksin termin kedua itu akan disalurkan ke daerah sesuai tingkat kasus dan jumlah nakes yang telah terdaftar sebagai penerima vaksin,” ungkap Ampnir di Manokwari, Senin (18/1/2021).

Begitu vaksin tambahan tiba, vaksinasi tahap kedua akan dilaksanakan pada Februari 2021 meliputi Kabupaten Fakfak, Kaimana, Maybrat, Pegunungan Arfak, Raja Ampat, Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, Tambrauw, Teluk Bintuni serta Teluk Wondama.

Kabupaten Fakfak telah menyiapkan 882 nakes yang akan divaksinasi dengan. Kabupaten penghasil pala itu akan memperoleh jatah vaksin sebanyak 1.760 dosis. Kaimana 902 nakes dengan jatah vaksin 1 840 dosis, Maybrat 197 nakes dan vaksin 440 dosis, Pegunungan Arfak nakes 42 orang dan 10 tokoh dengan jatah vaksin 120 dosis, Raja Ampat 400 nakes yang disiapkan dengan jumlah vaksin sebanyak 840 dosis.

Berikutnya Kabupaten Sorong 960 nakes sasaran vaksinasi telah disiapkan dengan jatah vaksin di daerah tersebut sebanyak 1.990 dosis, Sorong Selatan 641 nakes dengan jatah vaksin 1.320 dosis,

Sementara Kabupaten Tambrauw 146 nakes dengan jumlah vaksin 320 dosis, Teluk Bintuni nakes 699 orang dengan jatah vaksin 1.240 dosis serta Teluk Wondama dengan jumlah nakes sasaran 413 orang dan jatah vaksin 880 dosis.

“Jadi jika ditotalkan, maka untuk termin kedua disiapkan 10.720 dosis vaksin bagi 5.171 nakes,” terangnya.

Ampnir lalu menyebutkan, 10 daerah penerima vaksin ini akan didampingi Komite Daerah (Komda) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pada saat pelaksanaan penyuntikan vaksin. Sehingga memberikan rasa aman bagi masyarakat dan apabila ditemukan kejadian pasca penyuntikan vaksin maka langsung mendapatkan penanganan medis.

“Tim Komda KIPI telah siap di daerah yang akan melakukan penyuntikan sehingga menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengatakan vaksinasi Covid-19 di Papua Barat masih diprioritaskan bagi tenaga kesehatan yang tersebar di seluruh daerah. Gubernur lalu meminta para nakes memanfaatkan program ini sebaik-baiknya.

“Pak Presiden telah memulai dan beliau pun diberikan vaksin lalu diikuti para menteri tokoh agama dan selebritis. Di Papua Barat pun sudah sudah kita canangkan yang melibatkan unsur pimpinan daerah juga tokoh adat dan agama,” terang dia.

Menurutnya, masyarakat tak perlu meragukan kehalalan dan keamanan Vaksin Covid-19 yang dibeli pemerintah. Selain uji klinis vaksin sinovac tersebut telah melalui pemeriksaan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Sementara itu, Bupati Tambrauw, Gabriel Asem mengatakan pihaknya menunggu kiriman jatah vaksin untuk Tambrauw. Saat ini, pihaknya tengah jumlah nakes dan aparat TNI/Polri yang akan menerima vaksin. Karena sekalipun berada di zona hijau, penyuntikan vaksin akan dikaji kembali.

“Kita di sini sudah banyak nakes yang terdaftar tetapi akan kita lihat kembali untuk penerima vaksin perdana nanti,” pungkasnya. (PB22)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 19 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: