Papua Barat Kutuk Serangan Rasisme Terhadap Pigai

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Pemerintah Provinsi Papua Barat mengutuk dugaan serangan rasisme oleh pemilik akun Facebook Ambroncius Nababan (AN) terhadap tokoh Papua Natalius Pigai.

Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani menilai dugaan serangan rasisme terhadap aktivis Hak Asasi Manusia tersebut akan semakin menyakiti hati orang Papua.

“Pemerintah Provinsi Papua Barat mengutuk keras aksi rasisme yang dilakukan kepada Natalius Pigai. Kami menilai ujaran bernada rasis itu sengaja dilakukan untuk mengganggu stabilitas keamanan dan kedamaian di tanah Papua,” ungkap Lakotani di Manokwari, Senin (25/1/2021).

Menurut Lakotani, protes luas dan rentetan kerusuhan pada pertengahan Agustus sampai akhir September 2019 di tanah Papua, yang dipicu kasus rasial dan hoaks di Jawa Timur, seharusnya menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk tidak mengulangi hal yang sama.

“Kita menyaksikan sendiri pada Agustus 2019 lalu, banyak fasilitas publik dan properti masyarakat yang rusak dan dibakar, karena perlakuan rasis pada orang Papua,” bebernya.

Lakotani lalu mendesak Kepolisian segera menangkap dan memproses hukum pelaku dugaan serangan rasisme itu. Sehingga menciptakan efek jera bagi siapa pun untuk tidak gegabah melakukan aksi rasis kepada orang asli Papua.

“Kami mendukung pihak kepolisian segera menangkap dan menghukum pelaku seberat-beratnya. Ke depan kita berharap tidak ada lagi serangan rasisme serupa kepada siapapun,” katanya .

Dalam kesempatan itu, Lakotani mengajak seluruh elemen masyarakat di Papua Barat, agar menahan diri dan tidak terprovokasi untuk melakukan aksi-aksi anarkis.

“Kita memang kembali merasa sakit hati dan terluka, tapi kita tidak boleh melampiaskan dengan merusak fasilitas umum yang telah dibangun oleh pemerintah daerah. Karena itu hanya akan merugikan masyarakat, karena pelayanan kepada masyarakat akan terhambat,” harap dia.

Menciderai toleransi

Ketua Umum Kerukunan Batak Masyarakat ( KMB) Provinsi Papua Barat, Dolok M. Panjaitan mengecam keras dugaan serangan rasisme yang dilakukan Ambroncius Nababan melalui akun Facebooknya itu.

Dolok menilai pernyataan bernada rasis itu telah mencederai toleransi dalam bingkai NKRI, dan mengganggu kenyamanan dan kedamaian masyarakat Batak yang selama ini hidup rukun di tanah Papua.

Dolok menegaskan pernyataan Ambroncius Nababan tidak mewakili warga Batak. Dolok juga mengimbau agar seluruh ketua dan warga kerukunan Batak  kabupaten/kota se Papua Barat agar menyikapi isu yang berkembang secara arif dan bijaksana, serta turut memberikan rasa empati terhadap tokoh Papua yang disebutkan dalam pernyataan Ambroncius Nababan.

“Kami mengutuk pernyataan Ambroncius Nababan, dan meminta kasus ini diproses hukum karena statment ini mengganggu rasa kenyaman dan kedamaian kami warga Batak yang selama ini hidup rukun di Tanah Papua,” terang Dolok.

Selain mengutuk keras dan mengecam dugaan serangan rasisme itu, Kerukunan Masyarakat Batak (KMB) Papua Barat juga membuat laporan polisi ke Mapolda Papua Barat dengan harapan kasus tersebut segera diusut tuntas.

Laporan Polisi (LP) bernomor LP/18/I/2021/Papua Barat/SPKT dilaporkan oleh Pengurus KMB Papua Barat, diantaranya Sekretaris Umum (Sekum) KMB Papua Barat, Roy M Sibarani bersama Ketua I, H. Sitanggang, Sekretaris IKKB Manokwari, Maruli Siagian dan sejumlah anggota, diantaranya Ronal Panjaitan dan Lumpat Siagian dengan mendatangi Mapolda Papua Barat, Manokwari, Senin (25/1/2021).\

Sekretaris Umum KMB Papua Barat, Roy M. Sibarani menyatakan bahwa KMB Papua Barat dan IKBB Manokwari tidak sepaham dan tidak sependapat atas ujaran tersebut karena dinilai meresahkan masyarakat asli di tanah Papua dan sudah mengganggu rasa kenyamanan serta keharmonisan di tanah Papua Barat dalam konteks Bingkai NKRI yang telah terjalin secara solid selama ini. (PB22/RED)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 26 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: