Pelaku Perjalanan Wajib Rapid Test Antigen Secara Mandiri

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Setiap calon penumpang yang hendak melakukan perjalanan keluar wilayah Manokwari wajib menjalani rapid test antigen secara mandiri di fasilitas kesehatan swasta yang ada di Manokwari.

“Pelayanan rapid test (antigen, red) untuk pelaku perjalanan tidak disiapkan di Puskesmas atau faskes pemerintah,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Marten Rantetampang di Manokwari, Senin (25/1/2021).

Dia menerangkan, kewajiban rapid test antigen kepada calon penumpang yang hendak bepergian keluar Manokwari dilakukan secara mandiri pada klinik swasta karena pelayanan rapid test antigen di fasilitas kesehatan pemerintah hanya disiapkan untuk mendukung proses tracing yang dilakukan oleh Satgas Covid-19.

“Sejauh ini belum ada kebijakan dari pemerintah yang membolehkan faskes pemerintah melayani rapid test antigen untuk pelaku perjalanan,” kata dia.

Menurut Marten, layanan kesehatan swasta yang melayani rapid test antigen adalah layanan yang sebelumnya melakukan pelayanan rapid test antibodi. Karena kelengkapan sarana pendukung dan ahli laboratorium menjadi faktor utama dalam pelayanan rapid test.

“Di Manokwari ada beberapa layanan swasta yang menyiapkan layanan rapid  mandiri. Hal ini karena telah memiliki sarana yang lengkap,” lanjut Marten.

Dia menjelaskan, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, seluruh penyedia jasa layanan wajib mentaati standar harga yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Adapun standar harga tersebut berkisar antara Rp 150.000 sampai dengan Rp 300.000.

“Harganya sudah diatur seperti itu. Tinggal diterapkan di layanan masing-masing,” terang dia.

Sementara itu, Direktur Klinik Papua Medika Manokwari dr. Adhe Ismawan mengatakan, pihaknya sudah melakukan pelayanan rapid test antigen sejak November 2020. Pelayanan tersebut jauh sebelum adanya pemberlakuan syarat bepergian sesuai dengan Surat Edaran (SE) dari Satgas Covid-19 Pusat yang ditindaklanjuti melalui SE Gubernur Papua Barat.

“Hanya pelayanan kita waktu itu untuk menindaklanjuti hasil reaktif pada rapid test antibodi karena hasil rapid test antigen memiliki keakuratan yang lebih mendekati RT-PCR,” kata Dokter Ade ketika ditemui di Manokwari, Selasa (26/1/2021).

Dia mengungkapkan, penetapan harga rapid test baik antibodi maupun antigen pada layanan kesehatan miliknya disesuaikan dengan harga modal yang dikeluarkan. Karena itu untuk saat ini rapid test antibodi yang semulanya dipatok harga Rp 450.000 turun menjadi Rp 150.000. Sedangkan rapid test antigen yang semula dipatok harga Rp 350.000 turun menjadi Rp 275.000.

“Kami sesuaikan dengan harga modal yang meliputi barang, jasa tenaga dan pengiriman,” ungkap dia.

Untuk pelayanan rapid tes antigen bagi pelaku perjalanan, pihaknya menyesuaikan dengan ketentuan yang sudah dibuat oleh pemerintah yaitu 2 x 24 jam sebelum keberangkatan.

“Jadi bagi masyarakat yang hendak bepergian, sebaiknya melakukan rapid tes antigen sehari sebelum keberangkatan sehingga memudahkan verifikasi pada saat hendak keluar daerah,” pungkasnya. (PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 27 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: