Pelayanan Dokumen Kependudukan Meningkat Sejak Penerapan New Normal

RANSIKI, papuabaratnews.co – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Manokwari Selatan, Elli Dahlia Kartika Sembor mengatakan jumlah warga yang datang mengurus dokumen kependudukan selama penerapan adaptasi kebiasaan baru diterapkan terus meningkat dibandingkan dengan sebelum pandemi Covid-19. Menurutnya, lonjakan pengurusan dokumen kependudukan melonjak hingga 50 persen setiap hari.

Elli Dahlia menerangkan, agar pelayanan Disdukcapil tetap maksimal di tengah kewaspadaan Pandemi Covid-19 dan pemberlakukan protokol kesehatan yang ketat, maka para pegawai diminta masuk kantor tepat waktu agar memberikan layanan yang optimal kepada warga yang mengantri setiap hari loket pelayanan.

“Hari-hari biasa itu hanya 15-20 orang setiap hari. Namun sejak new normal terjadi peningkatan, setiap hari yang mengantri 40-60 orang,” ungkap dia.

Meskipun animo warga mengurus dokumen kependudukan cukup tinggi, kata Sembor, pihaknya tetap membatasi jumlah warga yang dilayani hanya 30-40 orang per hari.

“Dalam seminggu kami hanya membuka layanan empat hari, yaitu dari Senin-Kamis. Khusus pada hari Kamis, kami membuka layanan sampai 40 orang. Sedangkan untuk hari-hari lain kami batasi 30 orang saja. Mereka yang tidak sempat mendapat layanan terpaksa kami menyampaikan permohonan maaf dan meminta untuk datang kembali pada hari berikutnya,” paparnya.

Dia mengakui, penerapan layanan administrasi atau dokumen kependudukan di kantor Disdukcapil itu kadang belum diterima oleh sebagian warga, meskipun begitu ada banyak juga warga dengan mudah memahaminya.

“Kami harus mejelaskannya baik-baik agar mereka bisa menerimanya. Pembatasan yang kami lakukan berkaitan dengan kewaspadaan kesehatan di masa pandemi,” kata Sembor.

Dia menyebutkan, pihaknya memperketat penerapan protokol kesehatan dalam pelayanan administrasi kependudukan antara lain dengan mewajibkan memakai masker, pengukuran suhu tubuh, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Petugas juga wajib mengenakan sarung tangan agar tidak bersentuhan langsung dengan warga.

“Kami juga membuat jadwal jaga bergiliran selama satu minggu. Ini kami lakukan guna menjaga kesehatan para pegawai agar tetap stabil,” katanya lagi.

Catatan Disdukcapil,sedikitnya 600 warga yang mengurus dokumen kependudukan. Jumlah itu belum termasuk 10 warga yang terpaksa harus dipulangkan karena suhu tubuh melebihi batas yang ditentukan.

“Kita juga mengantisipasi segala kemungkinan. Karena itu kami minta mereka untuk pulang dan beristirahat di rumah,” ujarnya. (PB24)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: