Pelibatan ASN dan Anak Merupakan Pelanggaran

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Manokwari kembali mengingatkan kandidat bahwa pelibatan aparatur sipil Negara (ASN) dan anak-anak dalam kampanye merupakan pelanggaran.

Ketua Bawaslu Manokwari, Syors A. Prawar, menegaskan akan menindak tegas segala bentuk pelanggaran yang terjadi selama tahapan Pilkada serentak 2020. Salah satu adalah pelibatan ASN dan anak-anak dalam kampanye.

“Keterlibatan ASN dan anak-anak dalam tahapan kampanye menjadi sorotan utama kami,” ujar Syors A. Prawar dalam kegiatan Sosialisasi Bawaslu Bersama Mitra Kerja menjelang Pilkada Kabupaten Manokwari, Kamis (10/9/2020).

Menurut Syors, berdasarkan evaluasi Bawaslu terhadap tahapan pendaftaran Bapaslon beberapa waktu lalu, ditemukan sejumlah ASN dan banyak sekali anak-anak yang terlibat dan dilibatkan dalam proses tersebut. Hal itu menandakan adanya pelanggaran terhadap peraturan yang mengatur tentang pelaksanaan Pemilu.

“Mereka tentu saja memiliki hak secara paten untuk menghadiri sebuah kegiatan, akan tetapi harus disesuaikan dengan regulasi yang ada,” kata dia.

Kepada Bapaslon dan tim pemenang, Syors kembali mengingatkan tentang pengawasan keterlibatan ASN dan anak-anak bukan saja semata-mata tugas Bawaslu tetapi juga tanggung jawab Bapaslon serta tim pemenang. Bapaslon dan Tim pemenang merupakan bagian penting dalam memberikan pemahaman kepada para simpatisannya agar mentaati rambu-rambu yang mengatur tentang pembatasan terhadap keterlibatan ASN dan anak-anak dalam Pilkada.

“Bapaslon tentu saja memiliki banyak simpatisan dari ASN. Akan lebih elok jika mereka yang mengingatkan pendukung dan simpatisannya untuk mengikuti norma hukum yang berlaku,” lanjut Syors.

Dia mengatakan, ke depannya pihak Bawaslu akan berupaya meninjau kembali aturan keterlibatan ASN dalam Pilkada. Peninjauan tersebut berkaitan dengan kehadiran ASN dalam proses kampanye berlangsung. Karena menurutnya, berbeda dengan TNI dan Polri, ASN memiliki hak untuk memberikan suara dalam moment Pilkada nanti. Sehingga mereka juga memiliki hak untuk mendengarkan dan menghadiri kampanye.

“Yang kita khawatir ketika hadir di lokasi kampanye ASN tersebut sebagai Tim Kerja atau naik ke mimbar pegang mik lalu orasi,” terang Syors.

Dia menegaskan, Bawaslu telah melakukan berbagai upaya pencegahan  terhadap potensi pelanggaran Pilkada baik pelanggaran administrasi maupun pelanggaran pidana. Upaya tersebut dilakukan dengan cara melakukan giat sosialisasi kepada segenap komponen masyarakat dan juga menyurati Partai Politik untuk mengantisipasi sedini mungkin adanya pelanggaran dalam seluruh tahapan pelaksanaan Pilkada.

“Kami pada prinsipnya sudah melakukan segala upaya pencegahan dan memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur atau aturan yang berlaku,” tuturnya.

Dia juga mengatakan, dalam waktu dekat ini pihak Bawaslu akan kembali menyurati masing-masing Bapaslon dan juga Tim Pemenang. Maksud dari surat tersebut adalah mengingatkan kepada para pendukung dan simpatisannya untuk tidak melibatkan anak-anak dalam tahapan kampanye nanti. “Kami juga akan mengirim tembusannya kepada Kepolisian,” tutup Syors. (PB25)

***Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 11 September 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: