Pemulasaran Jenazah Arius Yambe Ikut Protokol Covid-19

MANOKWARI, papuabaratnews.co Pemulasaran jenazah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Papua Barat, Arius Yambe, dilakukan dengan menerapkan standar protokol Covid-19. Jenazah tersebut langsung dimakamkan di pemakaman khusus Anday, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, Selasa (1/9/2020).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Papua Barat,  dr Arnold Tiniap mengatakan, almarhum Arius Yambe terkonfirmasi positif Covid-19. Sebelum meninggal dunia, almarhum menjalani perawatan di RSUD Manokwari kurang lebih selama seminggu.

“Sudah jelas, almarhum yang meninggal terkonfirmasi positif Corona, sehingga beberapa orang yang memiliki kontak dekat akan kita telusuri,” ujarnya saat dikonfirmasi Papua Barat News di  lokasi RSUD Manokwari, Selasa (1/9/2020).

Arnold menyebutkan, selain almarhum yang telah terkonfirmasi positif Covid-19, istri almarhum berinsial NFLY dan Kepala Dinas Pertanahan Kabupaten Manokwari beserta istrinya juga terkonfirmasi positif melalui hasil pemeriksaan Swab. Namun, sampai saat ini istri almarhum belum sepenuhnya menerima hasil pemeriksaan swab yang telah dilakukan sebanyak dua kali kepada mereka.

Terkonfirmasi pasien positif Covid-19 di lingkungan pejabat daerah menambah jumlah konfirmasi pasien positif di Papua Barat terus meningkat.

“Almarhum dan istri telah terkonfirmasi positif selain itu juga kepala Dinas Pertanahan Kabupaten Manokwari,” urainya.

Ia melanjutkan, keluarga almarhum sempat meminta agar jenazahnya dikirim ke Jayapura. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Sebab, telah dikeluarkan standar protokol kesehatan penanganan dan pemulasaran jenazah Covid-19.

“Setelah dimandikan dan ditutup sesuai protokol Covid,  jenasah langsung dimakamkan di Manokwari. Meskipun keluarga meminta dipulangkan ke Jayapura, tetap tidak bisa,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Karantina, Survelen dan Epidemologi,  Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Manokwari,  Agung Budiono menegaskan, pihaknya tidak memberikan izin berangkat bagi jenazah almarhum Arius Yambe sesuai permintaan keluarga menuju Jayapura. Sesuai protap revisi 5 penanganan Covid-19 jenasah Covid-19, jenazah harus dimakamkan kurang dari 24 jam.

“Prinsip utamanya, jenazah Covid-19 harus segera dimakamkan. Tidak boleh lebih dari 24 jam,” imbuhnya.

Ia menegaskan, pengiriman jenazah pasien positif Covid-19 tidak dapat dilakukan karena Corona merupakan salah satu penyakit menular. Apabila dilakukan evakuasi menggunakan transportasi udara ataupun laut, dapat dikenakan sanksi berat bagi maskapai penerbangan maupun kapal.

“Pesawat jelas menolak membawa jenazah pasien Corona, karena jika dipaksakan mereka akan mendapatkan dua sanksi dari Kementerian Perhubungan maupun dari Kementerian Kesehatan, dan ketiga dari masyarakat yang tidak mau naik pesawat tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, Joseph Stenly Yambe,  putra kedua almarhum prihatin dengan penanganan RSUD Manokwari kepada orang tuanya. Dia kecewa dengan pelayanan medis di RSUD Manokwari yang dinilai sangat buruk. Informasi yang diterimanya dari petugas di RSUD terkait hasil pemeriksaan yang dilakukan kepada ayahnya sebelum meninggal, membingungkan.

“Kami sangat kecewa dengan pelayanan RSUD Manokwari, standar pelayanan di sini sangat buruk,” tegasnya.

Ia juga menuturkan, sang ayah sebelum meninggal telah memiliki riwayat penyakit gula. Karena itu pihak keluarga sampai saat ini belum menerima sepenuhnya kematian almarhum disebabkan oleh virus Corona.

“Kami belum dapat menerima sepenuhnya jika ayah dan Ibu termasuk positif Corona. Karena itu kami berusaha agar jenasah ayah diizinkan terbang ke Jayapura sesuai permintaan  keluarga besar di sana,” tutupnya. (PB22)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 2 September 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: