Penerimaan CPNS Dibuka kembali 2021

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)  Formasi 2019 dan 2020 akan dibuka kembali pada 2021. Dengan begitu sampai akhir 2020 tidak akan ada lagi pembukaan penerimaan CPNS.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD)  Provinsi Papua Barat,  Yustus Meidodga mengatakan tidak adanya penerimaan CPNS itu sudah disampaikan pada saat pertemuan Gubernur bersama bupati/wali kota se Papua Barat dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, Tjahjo Kumolo di Jakarta, Jumat (7/8/2020).

“Menpan sudah sampaikan penerimaan CPNS formasi 2019, 2020 dan 2021 dipusatkan di tahun 2021, sehingga di tahun ini tidak ada lagi penerimaan,” ujarnya kepada Papua Barat News di Manokwari, Selasa (18/8/2020).

Yustus menyebutkan daerah-daerah yang belum mengumumkan formasi ASN hasil seleksi penerimaan CPNS 2018 diminta segera mengumumkan. Menteri PAN-RB telah mendesak agar daerah segera mengumumkan hasil yang sampai saat ini belum mengumumkan.

“Dalam waktu dekat akan mengumumkan karena sudah ada arahan Menteri PAN-RB untuk segera diumumkan,” katanya.

Dia mengungkapkan nasib pencaker asli Papua yang tidak lolos seleksi penerimaan CPNS formasi 2018 tidak secara otomatis diterima seluruhnya pada formasi 2019, 2020 dan 2021. Seluruh pencaker menurutnya tetap wajib mengikuti tahapan penjadwalan tes yang telah disiapkan oleh BKN.

“Saya tidak tahu berita seperti itu,  semuanya mengikuti sesuai tahapan yang ada,” pungkas dia.

Pertimbangkan kebersamaan

Sementara itu, Wali Kota Sorong, Lambert Jitmau menyatakan formasi calon penerimaan pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018, khusus di Kota Sorong dipertimbangkan kembali asas kebersamaan karena penduduk setempat heterogen.

“Kesepakatan awal formasi tahun CPNS 2018 adalah 80 persen orang asli Papua dan 20 persen penduduk non-Papua, namun khusus untuk Kota Sorong dipertimbangkan kembali asas kebersamaan karena penduduk setempat heterogen,” katanya di Sorong, Selasa (18/8).

Ia menjelaskan dalam seleksi CPNS pada masyarakat heterogen, terlebih khusus orang non-Papua yang orang tuanya, bahkan moyangnya yang telah mengabdi kepada Kota Sorong tetap diberikan penghargaan.

“Saya orang birokrasi dan jabatan terakhir adalah sekretaris daerah (sekda) sehingga saya paham benar birokrasi yang ada di daerah ini. Saya yang atur karena saya paham, dan orang lain yang tidak tahu benar birokrasi jangan banyak bicara,” katanya.

Menurut wali kota, saat ini Pemerintah Kota Sorong sedang menjadwalkan untuk pengumuman hasil seleksi CPNS formasi tahun 2018 pada Agustus 2020 ini.

“Hasil seleksi CPNS formasi tahun 2018 diumumkan bulan Agustus ini sambil menunggu formasi 2019 dan 2020 yang akan diseleksi pada 2021 mendatang,” katanya.

Ia mengatakan hasil pertemuan kepala-kepala daerah se Papua Barat dengan Menteri PAN-RB yang difasilitasi Gubernur menyebutkan kewenangan seleksi CPNS dikembalikan ke daerah sesuai kebutuhan setiap daerah.

“Hasil seleksi CPNS formasi 2018 seperti apa pasti akan diumumkan untuk diketahui masyarakat dalam bulan Agustus ini juga,” kata dia. (PB22/PB7)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: