Pengumuman Hasil CPNS Berakhir Pilu

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Aksi penolakan hasil penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat, Kamis (30/7/2020) dan Jumat (31/7/2020) pekan lalu berakhir pilu.

Di Kabupaten Pegunungan Arfak, para peserta seleksi CPNS yang tidak lulus diduga melampiaskan kekecewaannya dengan membakar kantor BKD setempat.

Kapolres Manokwari, AKBP Dadang Kurniawan Winjaya, mengatakan pihaknya sudah menurunkan tim identifikasi yang dibantu Brimob untuk melakukan olah TKP di lokasi kejadian.

“Kami sudah terjunkan pasukan ke sana untuk mengecek, siapa aktor dan provokator di balik pembakaran kantor BKD. Kita masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan saksi- saksi yang ada di lokasi kejadian tersebut,” katanya.

Dia menegaskan, akan menindak tegas provokotor dan pelaku pembakaran sesuai dengan ketentuan hukum berlaku.

Di Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Maybrat aksi protes terhadap hasil penerimaan CPNS diwarnai dengan aksi blokade jalan. Aksi protes tersebut merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah daerah yang dinilai tidak adil dalam seleksi CPNS

Aksi penolakan juga terjadi di Kabupaten Pegunungan Bintang dan Kabupaten Yalimo, Papua, Kamis (30/7/2020). Aksi penolakan di dua daerah itu malah berakhir anarkis. Pasca pengumuman, satu kantor milik Pemda Pegubing dirusak. Sementara tiga anggota polisi mengalami luka-luka dan satu warga di Kabupaten Yalimo meninggal dunia.

Di Kabupaten Pegunungan Bintang misalkan, penolakan hasil tes CPNS menyebabkan sekitar 100 orang kemudian melakukan aksi pengrusakan kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Pegunungan Bintang di Oksibil.

Kapolres Pegunungan Bintang,  AKBP Ferdian Indra Fahmi menyampaikan, pihak Kepolisian telah melaksanakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ketika aksi massa berakhir sekitar dua jam kemudian. Penyelidikan kasus pengerusakan kantor ini masih berlanjut.

“Aksi pengerusakan terjadi sekira pukul 13.00 WIT.  Banyak kaca kantor BKD yang pecah. Saat ini situasi di Oksibil telah kondusif. Kami berhasil meredam aksi massa dengan pendekatan persuasif,” ucap Kapolres, Sabtu (1/8/2020).

Dikatakan, massa yang menamakan dirinya kelompok pencari kerja mengaku kecewa karena adanya ketidakadilan dalam hasil tes CPNS tersebut.

“Mereka merasa kecewa dan menuding ada warga yang tidak mengikuti tes namun lulus CPNS. Kami bersama Pemda akan menindaklanjuti laporan warga terkait proses seleksi CPNS di wilayah hukum kami,“ tuturnya.

Lanjutnya, pihak kepolisian bersama TNI tetap waspada untuk mengantisipasi gangguan keamanan yang rawan terjadi di kabupaten ini.

Sementara itu, buntut dari kekecewaan pengumuman hasil CPNS, Pos Polisi di wilayah hukum Polres Yalimo diserang oleh seorang warga bernama Zakarias Weremat menggunakan panah, di Distrik Elelim Kabupaten Yalimo, Kamis (30/7/2020).

Akibat penyerangan tersebut, tiga anggota Polri yaitu Ipda Samuel Werinussa mengalami luka panah bagian lutut sebelah kanan, Bripka Godlief Yarisetouw luka panah di dada sebelah kiri kena paru-paru dan satu anggota Polri lainnya luka-luka. Sementara pelaku sendiri dilumpuhkan dengan luka tembak pada bagian lengan kanan, kaki kanan, kaki kiri serta rusuk sebelah kanan.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut, dimana pelaku meninggal dunia usai dilumpuhkan. “Nyawa pelaku tak terselamatkan hingga ia meninggal dunia,” ucap Waterpauw.

Kapolda menyampaikan, penyerangan tersebut diduga akibat pelaku kecewa usai melihat pengumuman hasil calon CPNS. Dimana sebelumnya, pelaku jalan secara berkelompok. Namun, pelaku keluar dari barisan dan melakukan penyerangan.

“Dugaan kita yang bersangkutan kecewa lantaran pengumuman hasil CPNS,” ucapnya.

Terkait dengan adanya beberapa insiden lanjut Kapolda, perlunya diberikan pemahaman bahwa tidak semua harus bekerja menjadi PNS. Namun, bagaimana bisa mengisi waktu dengan memanfaatkan SDM dan kemampun yang dimiliki masing-masing anak muda.

“Ini menjadi koreksi bagi anggota di lapangan, namun jauh hari sebelumnya anggota sudah diingatkan untuk tetap waspada saat pengumuman hasil CPNS,” ucap Kapolda.

Dilansir Cepos, sekitar pukul 16.55 WIT. Pelaku datang ke penjagaan Polres Yalimo membawa panah dan menembakkan panah kepada anggota Polres Yalimo dan Brimob BKO Polres Yalimo yang mengakibatkan 1 orang anggota Polres Yalimo mengalami luka panah pada dada sebelah kiri, sementara anggota Brimob BKO Polres Yalimo mengalami luka panah pada kaki sebelah kanan.

Melihat kejadian tersebut, Brimob BKO Polres Yalimo menembak peringatan namun pelaku tetap melakukan perlawanan dan memanah anggota. Sehingga personil Brimob melumpuhkan pelaku dengan menembakkan kaki pada pelaku.

Dari keterangan saksi bernama Bripda I, ketika dirinya duduk di depan Penjagaan Polres Yalimo. Datang pelaku membawa anak panah dan busur lalu melakukan penyerangan dan pelaku mengejar anggota di lapangan sambil melepaskan anak panah dan menuju ke Pos Brimob.

Di depan Pos Brimob, pelaku melepaskan anak panah hingga mengenai Ipda Samuel. Polisi lainnya menenangkan korban dan memberikan tembakan peringatan ke atas. Namun pelaku tetap menyerang sehingga menembak pelaku pada kaki kanan dan kiri. Namun pelaku tetap melakukan penyerangan dan anggota menembak pelaku yang menyebabkan meninggal dunia ketika mendapatkan perawatan di Puskesmas Elelim, Kabupaten Yalimo.

Sementara satu anggota polisi yang luka akibat luka tembak sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan perawatan medis. (PB1/CPOS)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: