Penutupan Bandara dan Pelabuhan Masih Dipertimbangkan

SORONG, papuabaratnews.co – Wali Kota Sorong, Lambert Jitmau mengatakan penutupan Bandara Domine Eduard Osok dan Pelabuhan Kota Sorong masih dipertimbangkan sehingga belum diberlakukan di tengah peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 di wilayah itu.

“Jumlah kasus positif Covid-19 terus meningkat namun saya masih mempertimbangkan untuk memutuskan apakah menutup bandara dan pelabuhan atau tidak,” katanya di Sorong, Selasa (8/9/2020).

Dia mengatakan bahwa peningkatan dan penurunan kasus Covid-19 di Kota Sorong tergantung pada kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dan pencegahan penyebaran Covid-19.

Karena itu, ia berharap agar masyarakat Kota Sorong menaati protokol kesehatan untuk menjaga diri dan keluarga agar terhindar dari penyebaran virus korona jenis baru penyebab Covid-19 itu.

Menurut dia ada informasi yang beredar bahwa bandara dan pelabuhan akan ditutup dalam waktu dekat sehingga membuat keresahan masyarakat.

Atas informasi semacam itu, wali kota menegaskan hal  tidak benar karena pemerintah daerah belum mengambil keputusan.

Dikatakan bahwa penutupan bandara dan pelabuhan masih dipertimbangkan karena pemerintah harus mengambil kebijakan yang arif dan bijaksana bagi masyarakat Kota Sorong.

“Kalaupun ada pembatasan akses penutupan bandara dan pelabuhan akan diberitahukan satu atau dua pekan sebelumnya kepada masyarakat,” demikian  Lambert Jitmau.

Penumpang reaktif lolos

Sementara itu, dua penumpang reaktif tes cepat Covid-19 lolos naik KM Sinabung dari satu pelabuhan di wilayah Sulawesi Tengah, hingga tiba di Kota Sorong, Senin (7/9/2020).

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sorong, Herlin Sasana saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu.

Dokumen hasil tes cepat Covid-19 tertulis reaktif dan tertera cap validasi kantor karantina kesehatan pelabuhan sehingga mengagetkan petugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang sedang melakukan pengawasan dokumen izin masuk Kota Sorong.

Dua penumpang reaktif tes cepat COVID-19 tersebut langsung dipisahkan dari penumpang lainnya guna didata untuk dilaporkan ke puskesmas tempat tinggalnya di Pulau Doom Kota Sorong.

Herlin Sasana mengatakan bahwa tim Gugus Tugas saat melakukan pengawasan terhadap penumpang KM Sinabung yang tiba di Kota Sorong menemukan dua penumpang yang memiliki dokumen hasil tes cepat Covid-19 reaktif.

Dia mengatakan, pihaknya sangat prihatin dengan kejadian ini karena di masa Covid-19 seharusnya pihak-pihak yang berwenang memeriksa dokumen perjalanan pelaku perjalanan lebih teliti demi mengurangi penyebaran virus.

Menurut dia, kejadian ini adalah satu pembelajaran bagi semua pihak yang terlibat dalam penanganan Covid-19 agar tidak terulang kembali.

“Hasil tes cepat Covid-19 reaktif tersebut telah dicap valid dan hal tersebut tidak boleh terjadi demi upaya pencegahan penyebaran virus korona,” ujarnya.

Dikatakan bahwa dua warga Kota Sorong yang ditemukan hasil tes cepat reaktif tersebut telah dilaporkan ke puskesmas tempat tinggalnya untuk dilakukan tindakan lebih lanjut. (ANT/PB7)

***Artikel ini Telah terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 9 September 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: