Penyaluran BLT Tahap I Sudah Rampung

  • Tahap II mulai diproses

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa tahap pertama telah rampung. Dimana dari 164 kampung di Manokwari sebanyak 163 kampung sudah melakukan pencairan, hanya satu kampung yang belum bisa dicairkan karena bermasalah.

“163 kampung sudah cairkan di tahap I dan sudah masuk tahap II. Kita sementara proses pencairan tahap II, dengan syarat wajib melaporkan pertanggungjawabannya di tahap I,” terang (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Manokwari, Jeffry Sahuburua saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (27/8/2020).

Besaran BLT pada tahap I sebesar Rp. 600 ribu selama tiga bulan, dan tahap II Rp. 300 ribu selama tiga bulan sampai September 2020. Sedangkan untuk kampung yang belum melaksanakan kegiatannya, maka bisa dianggarkan ditahap II, tetapi BLT tahap II wajib diselesaikan.

“Tahapannya tergantung dari kampung. Jika bisa cepat menyelesaikan pekerjaan dan laporannya maka bisa diproses untuk tahap tiga,” papar Jeffry.

Pihaknya menargetkan 90 persen kampung bisa rampung pada Desember tahun ini. mengingat dengan adanya covid banyak kegiatan-kegiatan yang dipangkas untuk penanggulangan covid, padat karya tunai (PKT) dan BLT.

Jeffry menyebutkan, jumlah dana desa tergantung kebutuhan kampung. Minimal 35 persen dana desa digunakan untuk BLT.

“untuk BLT, dari jumlah dana desa Rp. 800 juta-Rp. 1,2 M, minimal 35 persen digunakan untuk BLT. Tetapi kalau memang ada dana lebih, melebihi persentase itu maka kampung bisa membuat surat ke bupati untuk rekomendasi penambahan, tetapi sumber dananya tetap dari dana desa bukan dari APBD,” sebutnya.

Adapun total dana desa yang dikucurkan dari pusat ke Manokwari sebesar sekira Rp. 100 Miliar lebih.

“Paling kecil dana desa yang diberikan untuk kampung sebesar Rp. 700 juta dan paling besar sekitar Rp. 1 Miliar lebih,” beber Jeffry.

Namun kata Jeffry, ada beberapa kampung yang harus dimasukkan ke tahap III, salah satunya Kampung Aimasi Distrik Prafi.

“Alasannya kegiatan di kampung itu sudah mulai berjalan, start pertama bulan April mereka (kampung) rekomendasi tahap pertama keluar sebelum ada aturan mengenai Permendes No. 6, mereka sudah mulai kegiatan sebagaimana yang di RKP dan APBKam yang sebelumnya,” jelasnya.

“Makanya mereka kekurangan dana untuk tahap dua, maka diusulkan di tahap tiga. Salah satunya Kampung Aimasi, dimana untuk dana desa tahap ketiga 10 persennya digunakan untuk BLT tahap dua,” sambung Jeffry.

Dirinya mengungkapkan, meski prioritas dana desa untuk penanggulangan Covid, namun pembangunan di kampung diharapkan dapat tetap berjalan.

“Jika masih ada dananya, silahkan membangun. Tetapi prioritas dana desa untuk 2020 untuk tiga kegiatan yakni penanggulangan Covid-19, PKT dan BLT,” harapnya.

Diungkapkan, sebagian kampung di Manokwari telah melaksanakan PKT, berupa kebun kampung guna menjaga ketahanan pangan lokal dimasa Pandemi Covid-19.

“Semua kampung sudah melaksanakan PKT. Ada beberapa jenis PKT, ada yang membuat kebun kampung sebagai ketahanan pangan lokal. Sudah 70-80 persen kampung di Manokwari sudah laksanakan PKT dan kebun kampung. Intinya itu untuk konsumsi kampung, tujuannya untuk menjaga ketahanan pangan kampung. Kalau bicara pemasaran ya nanti dulu, kita utamakan kebutuhan kampung,” pungkasnya. (PB19)

**Artikel ini Sudah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 28 Agustus 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: