Perangkingan Tentukan 11 Calon Anggota DPR Jalur Otsus

MANOKWARI, papuabaratnews.coUntuk menentukan 11 calon tetap anggota DPR Provinsi Papua Barat dari jalur pengangkatan atau otonomi khsusus (Otsus) periode 2019-2024, maka Panitia Seleksi akan menerapkan metode perangkingan dari akumulasi nilai seluruh tahapan seleksi.

Sekretaris Panitia Seleksi, Yusuf Willem Sawaki, mengatakan, rekapitulasi nilai dilakukan selama lima hari terhitung sejak Senin sampai Jumat (29 Juni-3Juli 2020). Hasil rekapitulasi itu akan dikoordinasikan dengan Forkompimda selaku pembina, sebelum diserahkan kepada Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan.

“Sekarang kita lakukan perhitungan nilai dulu, karena ada tes kolektif dari rumah sakit dan BNN. Kalau tes makalah serta wawancara dilakukan pansel,” kata Yusuf saat dikonfirmasi awak media di Manokwari, Senin (29/6/2020).

Penyerahan hasil rekapitulasi kepada Gubernur Papua Barat, sambung dia, rencananya dilakukan pada 7-8 Juli mendatang. Selanjutnya, nama 11 orang sesuai perangkingan dikirim ke Kementrian Dalam Negeri di Jakarta untuk diterbitkan Surat Keputusan (SK). Sedangkan, untuk calon anggota pergantian antar waktu (PAW) sebanyak 24 orang akan diterbitkan oleh Gubernur Papua Barat.

“Tapi kita serahkan dulu semuanya ke gubernur,” ujar dia.

Yusuf menerangkan, perangkingan yang dilakukan untuk menjamin kualitas seleksi tetap mengacu pada Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) Nomor 4 Tahun 2019, seperti calon anggota tidak terlibat dalam partai politik (Parpol), bukan merupakan aparatur sipil negara dan lainnya. Selain itu

“Jika terlibat pun itu sudah mengundurkan diri lima tahun ke belakang. Tidak boleh lewat usia 60 tahun, ini syarat-syarat mutlak,” ucap dia.

Seluruh tahapan seleksi mulai dari administrasi, kesehatan dan akademik, kata dia, sudah berakir pada 24 Juni 2020 dengan dilakukan tes wawancara kepada 35 peserta seleksi. Proses seleksi ini pun sempat dihentikan sementara, akibat bencana non alam pandemi virus korona yang melanda dunia.

“Karena ada pandemi jadi kita sempat tunda,” ujar dia.
Dirinya menegaskan, seluruh rangkaian seleksi tidak diintervensi oleh pihak luar. Panitia Seleksi bersifat independen karena berasal dari unsur masyarakat adat, akademisi, kejaksaan, dan pemerintah.

“Tujuan kami menghasil calon-calon anggota DPR Papua Barat mekanisme pengangkatan yang berkualitas untuk menyuarakan suara masyarakat adat,” pungkas dia. (PB15)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: