Perbub Protokol Kesehatan Segera Disosialisasikan

MANOKWARI, papauabaratnews.co –  Peraturan Bupati (Perbup) tentang protokol kesehatan berdasarkan Inpres No. 6 Tahun 2020 segera disosialisasikan. Dimana salah satu aturan dalam perbub tersebut mengatur tentang sanksi kepada pelanggar protokol kesehatan.

Ketua Harian Gustu Covid-19 Manokwari, Henri Sembiring mengatakan, ranperbup tersebut telah dibahas pada awal Agustus lalu bersama semua pemangku kepentingan (stakeholder) dan telah dirumuskan oleh Bagian Hukum.

“Setelah setibanya pak (Plh) bupati sebagai ketua umum Gustu Covid-19, kita akan undang semua stakeholder untuk sosialisasi pertama,” ungkapnya, di Posko Gustu Covid-19 Manokwari, Jumat (28/8/2020).

Setelah sosialisasi pertama, lanjut Sembiring, pihaknya akan memberikan waktu selama satu minggu kepada para pemangku kepentingan (stakeholder) kepada anggotanya, setelah itu pihaknya akan melakukan sosialisasi ke masyarakat melalui media, relawan dan lainnya selama satu minggu.

“Kemudian kita berlakukan, targetnya minggu kedua bulan September perbup itu sudah diberlakukan. Ada sedikit tambahan, untuk ODP dan OTG bisa melakukan karantina mandiri, dengan catatan harus disiplin melaksanakan protokol kesehatan bagi keluarga dan lingkungannya,” jelas Sembiring.

Adapun sanksi yang diberikan kepada masyarakat adalah sanksi sosial dan telah disetujui. Menurutnya, saksi sosial dinilai lebih baik dibanding sanksi administrasi berupa denda dan lainnya. Adapun sanksi dalam bentuk rupiah hanya berlaku untuk pelaku usaha khusus bagi usaha yang memiliki ijin. Sedangkan untuk usaha yang belum memiliki ijin usaha, rencananya akan dikenai sanksi sosial.

“Bagi usaha yang memiliki ijin, pertama kita berikan sanksi ringan berupa teguran lisan, teguran tertulis. Jika masih tidak diindahkan maka bisa diberikan sanksi sedang dan berat dan bisa dilakukan pencabutan ijin. Pencabutan ijin dan denda Rp. 500 ribu itu bagi usaha yang punya ijin. Untuk masyarakat yang melanggar protokol kesehatan, salah satunya tidak menggunakan masker akan langsung diberikan (sanksi) ditempat,” tutup Sembiring. (PB19)

**Artikel ini Sudah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 31 Agustus 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: