Polres Mansel Proses Hukum Tiga Anggota Terlibat Penganiayaan Warga

RANSIKI, papuabaratnews.co – Kepala Kepolisian Resor Manokwari Selatan AKBP Slamet Haryono Termawud menegaskan akan memproses tiga oknum anggotanya yang diduga terlibat kasus penganiayaan seorang warga di Ransiki belum lama ini.

Tiga oknum anggota polisi itu masing-masing berinisial AP, SM, WS. Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka dan saat mendekam di rumah tahanan Polda Papua Barat.

Berdasarkan cerita dari anggotanya, AKBP Slamet Haryono Termawud mengatakan tindakan penganiayaan berawal saat warga itu menggesekan senjata tajam (parang) di badan jalan beraspal. Aksi tersebut membuat tiga oknum anggota polisi marah dan mengeroyok warga itu. Saat itu, tiga oknum anggota dalam pengaruh minuman keras (miras).

“Awalnya mereka (tiga oknum polisi) dari kos-kosan sudah dipengaruhi  miras lalu  bertemu salah satu masyarakat di Abresso, dimana yang bersangkutan menurut pengakuan mereka (anggota) yang bersangkutan menggunakan parang lalu menggosok di aspal, sehingga ketiganya merasa tersinggung lalu terjadi penganiayaan terhadap yang bersangkutan,” tutur Kapolres.

Tidak mampu melawan tiga oknum anggota polisi, warga tersebut lari ke rumahnya. Melihat anggota keluarga jadi korban pengeroyokan, maka keluarga korban pun keluar dan melakukan membalas mengeroyok tiga oknum anggota Polres Manokwari Selatan itu.

“Mereka (tiga oknum anggota polisi) pun tidak bisa melawan karena kalah jumlah, maka mereka berlari menuju Polres dan meminta bantuan rekan-rekannya. Namun anggota yang saat itu tengah bertugas tidak bisa membantu mereka lantaran menyadari bahwa tiga rekannya itu dalam keadaan mabuk,” paparnya.

Karena tidak dibantu oleh rekan polisi yang sedang bertugas, tiga oknum anggota polisi itu jadi marah dan melakukan pengrusakan terhadap salah satu bangunan di Mapolres Manokwari Selatan.

Kapolres Manokwari Selatan juga berjanji untuk terus membenahi perilaku anggotanya agar lebih profesional, modern dan promotif dalam melakukan penindakan dan penegakan hukum di lapangan

“Saya tegaskan agar semua anggota untuk menghindari miras. Bila kedapatan mengkonsumsi miras maka akan tidak tegas, tanpa kompromi,” tegasnya. (PB24)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: