Produksi Beras Papua Barat Diprediksi Turun

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Produksi gabah kering giling yang dikonversikan menjadi beras selama tahun 2020 di Provinsi Papua Barat, diprediksi hanya mencapai 15.480 ton. Jumlah ini mengalami penurunan sebanyak 2.418 ton atau 13,5 persen jika dibandingkan dengan tahun 2019 yaitu 17.898 ton.

Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat mencatat produksi beras dari Januari sampai September 2020 sekitar  10.870 ton, turun 1,6 persen atau sebanyak 180,4 ton dibandingkan dengan Januari hingga September 2019 yang mencapai 11.051 ton. Kemudian, potensi produksi beras dari Oktober hingga Desember 2020 diperkirakan hanya 4.609 ton.

“Potensi produksi beras di Papua Barat memang masih sangat rendah,” ujar Kepala BPS Papua Barat Maritje Pattiwaellapia, belum lama ini.

Untuk tahun 2020, sambung dia, produksi beras tertinggi terjadi pada September sebanyak 2.651 ton dan produksi terendah terjadi pada Februari yaitu 134,4 ton.

“Kalau tahun 2019 produksi tertinggi terjadi di Bulan Oktober,” ucap Maritje.

Ia menerangkan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh instansi teknis pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan pangan di Papua Barat meliputi pemantauan terhadap pergerakan produksi beras antar provinsi dan kabupaten/kota, pembaharuan luas lahan baku sawah secara berkala dan monitoring stok dari waktu ke waktu.

“Kabupaten penghasil beras suplay ke kabupaten bukan penghasil beras, lalu kita juga menyuplai dari provinsi lain penghasil beras,” ucap dia.

Dia menjelaskan bahwa tingkat konsumsi beras di Papua Barat jauh lebih tinggi dibanding produksi. Tahun 2019, Papua Barat mengalami defisit produksi beras sebanyak 75,99 ribu ton.

“Tahun 2020 angka sementara ini kita juga masih mengalami defisit 80,85 ribu ton,” terang Maritje.

Penurunan produksi beras ini seirama dengan prediksi turunnya produksi padi sebanyak 4.046 ton menjadi 25.897 ton gabah kering giling (GKG), pada 2020 ini dibanding dengan total produksi padi tahun 2019 sebanyak 29.943 ton GKG.

Januari sampai September 2020 produksi padi mencapai 18.186 ton GKG atau mengalami penurunan 301,97 ton GKG jika dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebesar 18.488 ton GKG. Sementara, potensi produksi padi dari Oktober hingga Desember 2020 diperkirakan hanya mencapai 7.710 ton GKG.

Produksi beras Manokwari tertinggi

Produksi beras di Kabupaten Manokwari selama tahun 2020 menjadi yang paling tertinggi dari beberapa daerah di Papua Barat.

Produksi beras di Manokwari mencapai 9.325 ton, namun mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2019 yang tercatat 10.175 ton. Produksi beras di Kabupaten Manokwari Selatan sebanyak 2.877 ton, meningkat dari tahun 2019 yang hanya 2.788 ton. Produksi beras di Kabupaten Sorong turun menjadi 2.006 ton dibanding tahun 2019.

Kabupaten Teluk Bintuni juga mengalami peningkatan dari tahun 2019 sebesar 512,2 ton menjadi 722,1 ton. Teluk Wondama turun menjadi 97 ton beras dari produksi tahun 2019 yang mencapai 155 ton. Kabupaten Fakfak  mengalami peningkatan menjadi 52 ton dari tahun 2019.

“Dan Kabupaten Raja Ampat diprediksi menurun tajam dari 1.057 ton beras pada tahun 2019 menjadi 398 ton beras tahun 2020 ini,” pungkas dia. (PB15)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 26 November 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: