Puluhan Personel Polda Papua Barat Terpapar Korona

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Jumlah anggota Polda Papua Barat yang terpapar Covid-19 mencapai 25 orang. Mayoritas dari mereka yang terinfeksi adalah orang tanpa gejala (OTG).

Hal itu disampaikan Kapolda Papua Barat Irjen Tornagogo Sihombing dalam sambutan saat menghadiri kegiatan Sinergitas TNI-Polri dalam rangka Pendisiplinan Protokol Kesehatan di Markas Komando Daerah Militer XVIII/Kasuari, Manokwari, Jumat (18/9/2020).

“Untuk kami jajaran Polda saat ini sudah 25 orang yang terjangkit Covid-19. Saya yakin di jajaran Kodam juga ada. Untuk itu, selain mengandalkan kesembuhan, yang paling penting dilakukan saat ini adalah pencegahan. Pola hidup bersih dan tetap mematuhi protokol kesehatan,” kata Kapolda.

Sementara, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua Barat, AKBP Adam Erwindi mengatakan, 25 orang yang positif korona itu, terdiri dari 21 anggota dan 4 keluarga. Tujuh orang telah dinyatakan sembuh, sedangkan sisanya masih dalam perawatan tim Dokkes Polda dan karantina.

“Semuanya yang terjangkit adalah OTG. Mereka positif terjangkit Covid-19 setelah kami intensif melakukan pengecekan kesehatan anggota. Dari hasil cek kesehatan berkala itu, ditemukan 25 orang postif Covid-19,” ujar Adam Erwindi.

TNI-Polri jadi contoh

Dalam kesempatan ini, Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen I Nyoman Cantiasa menyatakan TNI dan Polri wajib menjadi contoh bagi masyarakat di Papua Barat dalam penerapan protokol kesehatan.

“Saya bersyukur hari ini Polda Papua Barat dan Kodam menggelar kegiatan bersama sebagai persiapan untuk menegakkan protokol kesehatan,” kata Pangdam.

Ia pun berharap TNI dan Polri terus bersinergi, termasuk dalam situasi perang melawan pandemi Covid-19 di Papua Barat. Seperti diketahui, angka kasus positif di daerah tersebut meningkat signifikan dalam sepekan terakhir.

“Semua pihak harus bersinergi, termasuk TNI dan Polri agar Papua Barat tidak terus terpapar virus dan terkapar akibat PHK (pemutusan hubungan kerja) besar-besaran yang dilakukan perusahaan,” kata Pangdam lagi.

Dikatakan, tugas TNI dan Polri adalah mengajak masyarakat untuk bergerak sama-sama mengubah status merah di Papua Barat itu menjadi oranye, kuning lalu hijau.

Menurutnya, Covid-19 memiliki dampak cukup luas dan meliputi berbagai bidang, termasuk ekonomi. Keterlibatan TNI-Polri dalam penegakan protokol kesehatan serta pemulihan ekonomi sangat diharapkan.

“Ini untuk memberikan harapan kepada masyarakat. Protokol kesehatan menjadi langkah tepat untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 serta dampaknya di segala aspek kehidupan,” katanya.

Data Satgas Covid-19 Papua Barat, hingga Sabtu (19/9/2020), secara akumulatif tercatat sebanyak 1.435 warga Papua Barat yang sudah terpapar terpapar. Tidak sedikit aparatur sipil negara (ASN), anggota Polri dan TNI yang menjalani perawatan akibat terjangkit Covid-19.

Dari 13 kabupaten dan kota di provinsi itu, tersisa dua yang belum memiliki temuan kasus positif yakni Kabupaten Pegunungan Arfak dan Tambrauw. (PB13)

***Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 21 September 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: