PWI Kecam Penganiayaan Wartawan di Ransiki

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat mengecam kasus penganiayaan dua wartawan saat meliput acara deklarasi dukungan Pilkada 2020 yang damai di Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan. PWI meminta pihak kepolisian setempat untuk mengusut dan menghukum pelaku penganiayaan itu.

Ketua PWI Papua Barat Bustam apapun alasannya tindakan penganiayaan wartawan saat menjalankan tugas peliputan adalah tindakan pidana.

“Kami mendesak Kapolres Mansel segera menangkap dan memproses pelaku penganiayaan terhadap dua rekan kami. Ini negara hukum dan tugas jurnalis dilindungi undang-undang,” tegas Bustam.

Bustam menjelaskan ada cara-cara persuasif yang bisa ditempuh apabila pembaca keberatan terhadap pemberitaan yang disampaikan oleh media.

“Selalu ada ruang untuk melakukan klarifikasi atau pun mediasi, bukan dengan cara kekerasan. Hal itu sama sekali tidak dibenarkan,” ujarnya.

Bustam lalu meminta Polda Papua Barat dan Polres Manokwari Selatan untuk segera mengusut tuntas tindakan penganiayaan dan memproses para pelaku.

“Karena ini tindakan pidana, maka Undang-undang Pers bisa dipakai untuk menjerat para pelaku pengeroyokan,” lanjut dia.

Bustam juga mengingatkan para pimpinan media dua jurnalis yang menjadi korban penganiayaan untuk mendampingi dan ambil bagian dalam penyelesaian kasus tersebut.

Informasi yang dihimpun Koran ini, peristiwa penganiayaan terhadap dua wartawan itu terjadi usai acara Deklarasi Dukungan Terhadap Pilkada 2020 yang damai dan lancar, yang berlangsung di Pendopo Kantor Bupati Manokwari Selatan, Ransiki, Rabu (2/9/2020).

Begitu acara deklarasi ditutup, seorang warga pencaker mengambil pengeras suara dan meneriakan  wartawan dan salah satu media yang berada di Biro Manokwari Selatan. Rupanya pencaker itu keberatan atas  pemberitaan tentang pernyataan Ketua DAS tentang pengumuman CPNS Kabupaten Manokwari Selatan.

Tidak berhenti disitu pencaker itu dan rekan-rekannya langsung menyerang serta mengeroyok dua wartawan, Pena Teluk Cendrawasih dan Tabura Pos. Dua wartawan itu sempat melompat dan meloloskan diri dari pendopo. Dua puluh menit berselang datanglah aparat kepolisian untuk mengamankan situasi.

Akibat pengeroyokan itu dua wartawan mengalami luka lembam di sekujur tubuh. Sampai berita dirilis dua wartawan telah melakukan visum dan membuat laporan polisi di Polres Manokwari Selatan. (PB1)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 3 September 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: