Raker Kedua PGGP Hasilkan Tiga Rekomendasi

MANOKWARI,  papuabaratnews.co – Rapat kerja kedua Persekutuan Gereja-Gereja Papua (PGGP) Provinsi Papua Barat yang diselenggarakan selama dua hari di Kota Manokwari, terhitung sejak Jumat sampai Sabtu (16-17 Oktober 2020), menghasilkan tiga rekomendasi penting. Meliputi, perlindungan tanah adat, pengembangan karakter pemuda dan penguatan Kota Manokwari sebagai kota Injil dengan Mansinam sebagai ikon kota tersebut.

“Poin pertama yang kita rekomendasikan yakni perlindungan tanah adat masyarakat. Kita minta agar tanah tidak diperjual belikan dengan mudah,” ujar Ketua PGGP Provinsi Papua Barat, Pendeta Shirley Parinussa saat dikonfirmasi awak media di Manokwari, Sabtu (17/10/2020).

Ia melanjutkan,  poin kedua yang dihasilkan adalah penguatan karakter pemuda melalui penyiapan rumah rehabilitasi mengingat kasus permasalahan narkoba, miras dan kekerasan yang terjadi di kalangan pemuda terus meningkat.

“Masalah di kalangan pemuda saat ini meningkat. Karena itu dibutuhkan rumah rehabilitasi yang dapat menampung mereka yang berhadapan dengan hukum,” urainya.

Kemudian, rekomendasi ketiga yang diputuskan dalam rapat kerja yakni penguatan eksistensi kota Manokwari sebagai kota Injil. Dia menerangkan upaya pengembalian jati diri Manokwari sebagai kota Injil yakni dengan memaksimalkan pengembangan situs Mansinam sebagai situs religius. Sehingga membawa dampak ekonomis maupun religius bagi masyarakat dan daerah setempat.

“Kita akan mendorong agar pengelolaan situs Mansinam sebagai ikon Kota Manokwari sebagai kota Injil eksis kembali,” tandasnya.

Ia menuturkan, ketiga rekomendasi hasil raker PGGP Papua Barat itu akan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat. Dan, sangat diharapkan tiga rekomendasi itu dapat menjadi agenda prioritas pemerintah dalam penyusunan program kerja di tahun 2021 mendatang.

Sementara itu, Asisten Gubernur Bidang Administrasi Setda Papua Barat, Raymond Yap, mengapresiasi upaya PGGP dalam rakernya telah menyepakati tiga poin yang direkomendasikan untuk program kerja pemerintah daerah di masa mendatang.

Ia berkomitmen, rekomendasi dari PGGP akan diteruskan kepada Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan agar dapat diakomodir dalam penyusunan program kerja pemerintah melalui instansi teknis.

“Mewakili gubernur kami sampaikan terima kasih atas rekomendasi yang telah dihasilkan, selanjutnya saya akan laporkan pada gubernur,” pungkasnya.(PB22)

Artikel ini telah terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 19 Oktober 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: