Ratusan Pengusaha OAP Gelar Aksi Protes Pembagian Paket Kerja

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Ratusan massa yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Asli Papua menyambangi Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (14/9/2020), pukul 12.57 WIT,  menuntut hak pembagian paket pekerjaan. Massa meminta Gubernur menindak tegas oknum ASN Biro Pembangunan Setda Provinsi Papua Barat yang dinilai bertindak tidak adil sehingga merugikan pengusaha lokal Papua.

Ketua Asosiasi Pengusaha Lokal Papua, Melki Iba mengatakan,  pihaknya menyesalkan hasil pembagian paket pekerjaan bagi pengusaha asli Papua. Menurutnya dari 2.000 pengusaha asli Papua yang resmi terdaftar, hanya sekitar 400 pengusaha asli Papua yang memperoleh paket pekerjaan. Sementara sebagian besar pengusaha asli Papua justru pulang dengan membawa hasil yang mengecewakan.

“Kami selalu bekerja sama dengan dinas PU, namun saat pengumuman keluar, banyak dari kami yang tidak masuk,” ujarnya saat dikonfirmasi Papua Barat News di Manokwari,  Senin (14/9/2020).

Melki menyebutkan kerjasama dan sinergitas dengan pemerintah melalui dinas terkait telah dilakukan. Termasuk dalam persoalan pembagian paket pekerjaan bagi pengusaha asli Papua.

Namun, saat pengumuman hasil keluar banyak yang tidak diakomodir dalam pekerjaan. Karena itu kata dia,  gubernur harus mengevaluasi kinerja kepala OPD di lingkungan Pemprov secara khusus Biro Pembangunan Setda Provinsi Papua Barat. Ia menilai banyak yang sengaja dihilangkan pada saat pengajuan diterima Biro Pembangunan.

“Kami minta gubernur selaku kepala daerah segera mengevaluasi kepada OPD yang tidak bekerja sesuai arahan dan petunjuk gubernur,” terangnya.

Dalam pantauan media ini,  massa belum membubarkan diri sampai berita  ini diturunkan. Massa sepakat menunggu di depan pintu utama kantor  gubernur sampai ada pihak pemerintah keluar memberikan tanggapan.

Terpisah, Alex Wonggor salah satu pengunjuk rasa menegaskan aksi protes yang dilakukan tidak berkaitan dengan pilkada. Karena itu dirinya meminta agar tidak dikaitkan dengan proses pilkada yang tengah berlangsung di wilayah Manokwari raya.

“Kami tegaskan aksi protes ini sama sekali tidak berkaitan dengan politik. Aksi ini murni tentang hak dan martabat kami sebagai orang asli Papua di negeri ini,” pungkasnya. (PB22)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: