RS Pratama Didorong untuk Tangani Covid-19

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Sebagai langkah antisipasi dan penanganan cepat terhadap meluasnya penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di wilayah pinggiran kota, khususnya di daerah Warmare, Prafi, Masni dan Sidey (Warpramasi) maka pemerintah perlu mendorong Rumah Sakit (RS) Pratama untuk menjadi RS penanganan pasien Covid-19.

“Ini diupayakan agar lebih dekat pelayanannya kepada warga masyarakat di daerah Warpamasi,” ujar Ketua Pansus Covid-19 DPRD Manokwari, Romer Tapilatu kepada sejumlah awak media di Manokwari, Rabu (15/7/2020).

Dia mengatakan bahwa pemerintah perlu mempertimbangkan hal tersebut sehingga pelayanan terkait penanganan Covid-19 tidak terpusat di kota akan tetapi menjangkau ke daerah-daerah pinggiran dan kampung-kampung.

Menurutnya, pemerintah tinggal mendorong ketersediaan sarana atau alat-alat kesehatan dan tenaga medis serta hal-hal teknis lainnya terkait penanganan Covid-19 ke RS Pratama sehingga bisa membantu masyarakat setempat sekaligus memudahkan kerja Gugus Tugas untuk tidak turun ke daerah.

“Ini sangat membantu kerja Gustu agar lebih maksimal. Jadi tinggal tunggu laporan saja,” kata Romer.

Dia juga mengyngkapkan bahwa berdasarkan hasil survei ke lapangan di Puskesmas Warmare, pihaknya menerima keluhan tentang minimnya alat pelindung diri terutama masker serta suplemen tubuh lainnya.

Selain itu, tidak ada persediaan alat rapid tes di fasilitas kesehatan tersebut sehingga pelayanan terhadap pasien dengan gejala yang mengarah pada penularan Covid-19 ditangani secara normal seperti pasien umum lainnya.

“Kalau ada pasien dengan gejala flu, batuk atau sesak napas mereka arahkan ke RS Pratama,” ungkap politisi PKPI tersebut.

Sementara itu, Ketua Harian Gustu Covid-19 Kabupaten Manokwari, drg. Henri Sembiring mengatakan, empat rumah sakit yang sudah ditetapkan untuk menangani pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang ada saat ini merupakan rekomendasi dari Pemerintah Provinsi Papua Barat.

“Dan penetapan itu tentu sudah melewati kajian teknis terkait banyak hal termasuk kesiapan sarana dan prasarana kesehatan yang layak. Tapi akan kami pertimbangkan dan komunikasikan dengan pemerintah kabupaten,” ujarnya.

Sedangkan untuk ketersediaan masker dan suplemen tubuh seperti yang dikeluhkan oleh Puskesmas Warmare, drg. Sembiring menegaskan akan mendistribusikan permintaan tersebut secepatnya.

“Akan kami kirim secepatnya karena keselamatan tenaga medis tetap menjadi prioritas,” pungkasnya. (PB25)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: