Timses Mulai Saling Serang di Medsos

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Tensi politik menjelang pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Manokwari pada 9 Desember 2020 mendatang semakin memanas. Terutama di media sosial (Medsos).

Para tim sukses pasangan calon (Paslon) mulai saling serang dengan kata-kata. Baik di dinding Facebook maupun kolom komentar Facebook. Tidak hanya soal program, namun saling hujat mulai merengsek ke urusan-urusan privasi.

Jika terus berlanjut situasi ini selain akan merusak iklim demokrasi juga bakal mengancam kondusifitas di dunia nyata. Memanasnya suhu politik diperparah lagi oleh munculnya sejumlah akun palsu.

Seakan sejumlah akun palsu ini muncul untuk mengadudomba antara tim sukses pasangan yang satu dengan lainnya.

Menyikapi dinamika tersebut, Tokoh Pemuda Arfak Kabupaten Manokwari,  Yustinus Meidodga sangat menyayangkan sikap tim pemenangan kedua paslon bupati tersebut.

Dia berharap kepada para bakal calon dan pendukung untuk memanfaatkan media sebagai sarana mendidik. Dengan menyampaikan kebijakan dan program unggulannya, sehingga masyarakat Manokwari punya gambaran utuh tentang sosok calon kepala daerah yang bisa memimpin Kabupaten Manokwari.

“Saya amati kampanye terbuka, terutama kampanye di sosial media, sudah keluar dari rel, yakni dengan menyerang pribadi. Seharusnya ini tidak boleh dilakukan baik oleh kandidat calon maupun tim sukses,” ujar Meidodga di Manokwari, Kamis (26/11/2020).

Yustinus minta kedua tim untuk tidak menjadikan masa kampanye terbuka dan ruang media sosial sebagai tempat saling sindir dan saling menjatuhkan, apalagi membuat berita bohong.

Menurutnya, tim sukses dan partai politik pengusung maupun pendukung memiliki kewajiban moral untuk memberikan pendidikan politik yang mencerdaskan kepada masyarakat. Karena itu tidak dibenarkan jika ada tim salah satu paslon melakukan kampanye hitam untuk menyerang pribadi calon.

“Masyarakat di Manokwari berhak mendapatkan pendidikan politik yang sehat karena itu paslon dan timses wajib memperhatikan ucapan dan kata-kata yang keluar dari mulut mereka,” tegasnya.

Ia melanjutkan,  kerja keras meraih kedudukan sebagai kepala daerah di wilayah Manokwari tidak boleh mengabaikan tatanan moral di dalam masyarakat.

Dia mengingatkan agar upaya memenangkan salah satu paslon melalui kampanye dan orasi politik oleh tim sukses harus meneduhkan. Sehingga tidak menimbulkan ketegangan yang berujung menciptakan terjadinya konflik. Penyampaian program kerja, gagasan dan visi misi pembangunan harus menggunakan bahasa yang mendamaikan.

“Jelang masa tenang pada 5 Desember nanti kita berharap agar suhu politik di Manokwari tetap terjaga sekalipun tensi politik meningkat jelang hari pencoblosan,” pungkasnya. (PB22)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 27 November 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: