Tingkat Hunian Hotel di Papua Barat Anjlok

MANOKWARI, papuabaratnews.coKebijakan pemerintah membatasi aktivitas di luar rumah sebagai upaya menekan penyebaran virus korona, berimbas pada anjloknya tingkat hunian kamar hotel berbintang di Provinsi Papua Barat.

Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat mencatat, tingkat hunian kamar hotel pada Mei 2020 sebesar 10,73 persen (year on year/yoy) atau mengalami penurunan 39,14 poin, jika dibandingkan dengan Mei 2019 yang tercatat sebesar 49,87 persen.

“Bulan Mei tahun 2018 itu 51,21 persen turun menjadi 49,87 persen di Bulan Mei 2019. Kemudian Bulan Mei tahun ini turun jauh sekali jadi 10,37 persen,” ujar Kepala BPS Papua Barat Maritje Pattiwaellapia, saat menggelar konfrensi pers di Manokwari, Rabu (1/7/2020).

Secara bulanan (month to month/mtm), kata dia, tingkat hunian kamar hotel di sejumlah hotel berbintang yang ada di Papua Barat pun mengalami penurunan sebesar 1,44 poin jika dibandingkan dengan April 2020 yang tercatat 12,17 persen (Mengalami penurunan 33,58 poin dari Maret 2020).

Maritje menjelaskan, rata-rata lama menginap wisatawan domestik dan mancanegara di hotel berbintang selama Mei 2020 mencapai 2,04 hari. Jumlah ini turun 36 persen apabila dibandingkan dengan periode April 2020 yang mencapai 3,17 hari.

“Kalau keseluruhan lama menginap tamu asing sekitar 2,23 hari, sedangkan tamu domestik itu 2,03 hari,” terang dia.

Tingkat hunian kamar hotel di Papua Barat periode Mei 2020, kata dia, mengalami penurunan jika dibandingkan dengan perhitungan nasional sebesar 14,45 persen. Sedangkan untuk kawasan Sulampua (Sulawesi, Maluku dan Papua), tingkat hunian kamar hotel di Papua Barat menduduki peringkat keempat terendah setelah Maluku Utara.

“Paling tinggi se-Sulampua adalah Sulawesi Selatan sebesar 26,28 persen dan yang paling rendah itu Gorontalo yakni 6,14 persen,” jelas mantan Kepala BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur ini.

Dibukanya kembali akses transportasi dan aktivitas masyarakat di luar rumah, kata dia, akan memberikan efek positif terhadap tingkat hunian kamar hotel yang beberapa bulan belakangan terus tertekan akibat pandemi virus korona.

“Tergantung juga dari sektor pemerintah yang melakukan pertemuan di hotel. Tingkat hunian hotel di Papua Barat ini masih didominasi oleh aktivitas pemerintah,” pungkas Maritje.

Sebagai informasi, BPS mencatat jumlah hotel yang masuk kategori bintang di Papua Barat tahun 2019 sebanyak 18 hotel. Jumlah ini terdiri dari bintang 4 sebanyak 4 hotel, bintang 3 ada 7 hotel, bintang 2 sebanyak 6 hotel, dan bintang 1 ada 1 hotel. 18 hotel berbintang ini tersebar di Kota Sorong sebanyak 11 hotel, Manokwari ada 3 hotel, Raja Ampat 1 hotel, Teluk Bintuni 1 hotel, Kaimana 1 hotel dan Fakfak ada 1 hotel berbintang. Total kamar dari 18 hotel berbintang di Papua Barat sebanyak 1.293 kamar, dengan jumlah tempat tidur mencapai 1.871 unit. (PB15)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: