Wapres Apresiasi Program Prioritas Pembangunan Papua Barat

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Wakil Presiden, KH Ma’ruf Amin mengapresiasi tujuh program prioritas percepatan pembangunan Provinsi Papua Barat yang disampaikan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan di Jakarta,  Rabu (10/3/2021).

Wakil Presiden, KH Ma’ruf Amin memastikan pemerintah pusat akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai upaya percepatan pembangunan di kawasan timur Indonesia, termasuk Provinsi Papua Barat.

“Tugas membangun daerah di Indonesia bagian timur adalah kewajiban negara seturut amanat Inpres Nomor 9 Tahun 2020 tentang percepatan pembangunan kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat,” kata Ma’ruf Amin.

Sebelumnya, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan menyebutkan, pengembangan potensi kekayaan daerah telah tertuang di dalam dokumen Major Project dan Quick Wins tahun 2022. Terdapat tujuh program prioritas percepatan pembangunan antara lain: Pertama, penataan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Papua Barat sesuai visi pembangunan berkelanjutan dengan menggangkat potensi unggulan lokal seperti, museum coklat Ransiki, Danau Anggi Pegunungan Arfak dan Kebun Raya Gunung Meja.

Kedua, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dengan mendirikan pendidikan vokasi atau pusat Balai Latihan Kerja (BLK), pendirian Sekolah Menengah Umum (SMU) Unggulan dalam mendorong nasionalisme dengan SMA Taruna Nusantara.

Ketiga, peningkatan layanan dasar kesehatan dengan pembangunan Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) sebagai Rumah Sakit rujukan yang kini telah siap 60%.

Keempat, peningkatan nilai produk unggulan daerah non deforestasi yang berorientasi pada exsport yakni Pengembangan Pusat Teknologi dan Inovasi Kakao dan Kopi di Ransiki Kabupaten Manokwari Selatan serta pengembangan pakan ternak di Masni Manokwari.

Kelima, pembangunan infrastruktur terkait aksesbilitas pelayanan masyarakat dan pergerakan ekonomi wilayah untuk mendukung pengembangan pariwisata dan pemasaran produk unggulan daerah seperti jalan, jembatan, bandara dan pelabuhan.

Keenam, pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong, Kawasan Industri Bintuni, Kawasan Strategis Provinsi dalam melindungi Mahkota Permata Tanah Papua dan Kawasan Ketahanan Pangan (Food Estate Berbasis Sagu/pangan lokal).

Ketujuh, penguatan masyarakat adat dan orang asli Papua berupa pemetaan hak ulayat, registrasi dan penerbitan sertifikat hak komunal serta pemberian hak pengelolaan hutan adat.

Dominggus menambahkan pertemuan dengan Wapres merupakan tindaklanjut dari Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekbang) tahun 2021 yang difasilitasi oleh Bappenas dan Bappeda Provinsi Papua Barat.

Dia memastikan semua yang telah dipaparkan di hadapan Wapres akan dilaksanakan secara masif di Papua Barat, sehingga mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat di Papua Barat. (PB22)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: