Warga Manokwari Serbu Rapid Test Covid-19

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Menyambut hari Bhyangkara ke-74, Polda Papua Barat menggelar rapid test virus corona jenis baru (Covid-19) massal gratis kepada pedagang dan warga sekitar Pasar Ikan Sanggeng, Manokwari, Selasa (30/6/2020).

Pantauan Papua Barat News, antusiasme pedagang serta warga cukup tinggi dalam menjalani rapid test  itu.  Bidang Dokter dan Kesehatan (Dokes) Polda Papua Barat mencatat sedikitnya 300 orang yang melakukan pemeriksaan sampel darah.

“Target kami sebanyak mungkin, paling tidak antara 200 sampai 300 orang melakukan pemeriksaan rapid. Tadi saya lihat sudah 200 lebih dan sekarang antrean masih cukup banyak,” ucap Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Papua Barat, Kombes Pol Sariman di sela kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan, kegiatan yang digelar dalam rangka HUT Bhayangkara ke 74 ini difokuskan bagi pedagang pasar ikan serta warga di kompleks perikanan. Dalam pelaksanaanya warga di sekitar kompleks bahkan dari wilayah lain pun berdatangan untuk memeriksakan diri.

“Tidak apa-apa, akan kami layani. Kami menyediakan alat rapid test cukup banyak. Semakin banyak yang rapid semakin bagus,” ujarnya lagi.

Selain pasar ikan, Polda Papua Barat pun berencana menggelar kegiatan yang sama di Pasar Tradisional Sanggeng serta wilayah lain di Manokwari. Pihaknya ingin membantu gugus tugas Covid-19 untuk mengetahui gambaran faktual tentang peta epidemiologi di daerah tersebut.

Sariman menyebutkan, pada pemeriksaan ini warga yang memperoleh hasil reaktif pada tes cepat akan dilanjutkan untuk menjalani pemeriksaan usap tenggorokan dengan metode real time polymerase chain reaction (RT-PCR).

“Kalau gasil PCR positif yang bersangkutan kita berlakukan karantina. Kami sudah Koordinasi dengan pihak rumah sakit umum provinsi. Proses karantina akan dilakukan di sana,” ujarnya.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Lodewijk Mandatjan Polda Papua Barat, AKP Dr Rahmat Fajar mengatakan, pihaknya menyiapkan alat Rapid Test sebanyak 500 unit dari 200 unit yang direncanakan sebelumnya. Penambahan alat dilakukan lantaran banyaknya warga yang terus-menerus berdatangan untuk melakukan pemeriksaan sampel darah.

“Selain gratis, pemeriksaan rapid test ini dilakukan untuk memastikan kesehatan pedagang di masa transisi tatanan kehidupan baru atau new normal. Hasil tiap orang langsung kita umumkan 15 menit kemudian,” ujarnya.

“Jika non reaktif berarti sehat, tetapi jika hasilnya menunjukan reaktif, maka akan dilakukan pengambilan swab dan yang bersangkutan wajib menjalani isolasi,” katanya lagi.

Secara teknis, pemeriksaan rapid test massal gratis kemarin melibatkan 4 orang dokter dan 15 petugas medis atau perawat dari Rumah Sakit Bhayangkara Lodewijk Mandatjan.

Terpisah, Direktur RSU Provinsi Papua Barat Arnoldus Tiniap mengutarakan, pihaknya siap menampung warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil pemeriksaan yang digelar Polda Papua Barat.

“Kapasitas ruang dan tempat tidur rumah sakit cukup. Kami juga akan koordinasi juga dengan gugus tugas kabupaten Manokwari. Siapa tau lokasi karantina kabupaten sudah siap, sehingga kalau ruang isolasi rumah sakit tidak cukup sebagian bisa digeser ke fasilitas karantina kabupaten,” kata Arnoldus.

Pria yang juga juru bicara gugus tugas Covid-19 ini menyebutkan, terkait kegiatan Polda tersebut pihaknya turut menyiapkan 500 alat rapid test. Dukungan itu diberikan agar kegiatan tersebut berjalan maksimal. (PB13)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: