BPOM Manokwari Sidak Produk Pangan di 9 Distributor Besar

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Manokwari mulai mengintensifkan pengawasan produk makanan di sembilan titik distributor besar di wilayah Kabupaten Manokwari, Kamis 8 April 2021.

Pengawasan pangan dimaksudkan sebagai langkah antisipasi guna mencegah beredarnya produk pangan yang rusak, tidak memiliki izin edar baik dari BPOM dan Dinas Kesehatan, tidak layak edar dan produk tanpa label bahan pangan.

Koordinator Fungsi Pemeriksaan BPOM Manokwari, Asruddin mengatakan, selama dua hari BPOM bersama tim gabungan dari Ditreskrimsus Polda Papua Barat serta Dinkes Kabupaten Manokwari dan Disperindagkop Kabupaten Manokwari melakukan sidak ke sejumlah distributor makanan skala besar di Manokwari.

“Hari ini kami turun ke 9 tempat distributor besar untuk mengecek produk pangan yang ada sebelum lebaran,” ujarnya.

Adapun sembilan titik gudang distributor pangan yang jadi sasaran sidak adalah Gudang Makanan Sinar Suri, Omega, Aditya Persada, Gudang Beringin, Orchid, dan Bahtera Adi, Permata, Jaya Mandiri dan Permata.

Pantauan media ini, tim gabungan melakukan pemeriksaan dengan teliti setiap produk makanan olahan yang tercampur dengan produk pangan bersebelahan dengan produk berbahan kimia.

“Temuan kami di lapangan distributor masih mencampur adukan produk pangan berdekatan dengan produk berbahan dasar kimia. Hal ini akan berpotensi membayakan kesehatan konsumen,” jelasnya.

Asruddin menambahkan sidak intensifikasi pangan biasanya dilakukan seminggu sebelum dan sesudah hari raya. Hal ini untuk menjamin beredarnya produk makanan halal dan aman bagi warga selama memasuki hari raya.

“Biasanya jelang hari raya tingkat konsumsi masyarakat meningkat karena itu kami harus turun memantau untuk memastikan peredaran produk aman selama hari raya,” paparnya.

Ia mengungkapkan pasca sidak akan dilakukan gelar perkara hasil sidak. Apabila ada distributor atau suplier makanan yang tergolong kategori nakal dan tidak patuh akan dikenakan ke proses hukum. Karena pengawasan akan terus dilakukan mulai dari produsen, distributor hingga pedagang.

“Kami pastikan intensifikasi pangan jelang hari raya akan terus dilakukan di seluruh daerah di Papua Barat oleh BPOM bersama instansi teknis terkait,” pungkasnya. (PB22)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: