Pertamina Salurkan Modal Usaha untuk Mitra Binaan di Papua

JAYAPURA, PB News – PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VIII kembali menyalurkan modal usaha untuk Usaha Mikro kecil dan Menengah (UMKM) di tiga daera di Provinsi Papua, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Kerom.

Penyaluran program kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kewirausahaan sekaligus menyambut momentum adaptasi kebiasaan baru. Program tersebut berupa bantuan pinjaman permodalan dengan nilai pinjaman maksimal Rp200 juta untuk setiap UMKM, yang dinilai layak.

Unit Manager Communication, Relations & CSR Marketing Operation Region VIII, Edi Mangun, mengatakan, jumlah modal usaha yang disalurkan kepada 54 mitra binaan, pada Sabtu (29/8/2020), mencapai Rp2,860 miliar. Sebelumnya, Pertamina juga telah menyalurkan Rp1,150 miliar 11 mitra binaan dalam program Pinky Movement di wilayah Marketing Operation Region (MOR) VIII.

“Penyaluran di wilayah Papua kali ini agar UMKM timur Indonesia dapat segera bangkit. Konsumsi masih mendominasi perekenomian kita namun market growth wilayah timur belum beranjak naik, sehingga peningkatan modal bagi UMKM diperlukan agar bisa menembus pasar di luar Provinsi Papua” ujar Edi Mangun melalui keterangan resmi yang diterima Papua Barat News, Minggu (30/8/2020).

Program kemitraan Pertamina, kata dia, untuk meningkatkan kemampuan UMKM binaan sehingga menjadi tangguh dan mandiri, sekaligus memberikan dampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Papua punya banyak UMKM kreatif meskipun pada beberapa kategori usaha, strategi yang digunakan masih defensive karena pandemik. Kami berharap kawan-kawan UMKM dapat dibantu menekan biaya logistik dalam program pendampingan Pertamina agar mereka bisa mencari pasar di luar Papua,” ucap Edi.

Ia melanjutkan, Pertamina menyadari bahwa peran UMKM sangat penting dalam menciptakan lapangan kerja baru, menompang pergerakan perekonomian daerah dan meningkatkan kemandirian, serta kewirausahaan para pelaku UMKM.

“Bantuan modal usaha kepada kurang lebih 2.674 UMKM di Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara,” ujar dia.

Ia melanjutkan, dengan bergabungnya 64 mitra baru dari wilayah Papua, maka jumlah mitra UMKM Pertamina MOR VIII telah menembus angka 2.738 mitra binaan. Seluruhnya berada dalam ekosistem yang saling menguntungkan antara satu jenis usaha dengan usaha lainnya. Setelah menjadi mitra binaan Pertamina, maka mitra dapat memiliki akses permodalan, akses pasar Pertamina Grup dan jaringan UMKM Pertamina.

“Serta akses peningkatan kompetensi dimana mitra binaan diwajibkan mengikuti pelatihan dan pendampingan mengenai kewirausahaan,” terang dia.

Selain penyaluran modal usaha melalui bantuan modal usaha dana bergulir Program Kemitraan (PK), saat ini Pertamina juga tengah melakukan sosialisasi program Pinky Movement. UMKM program ini merupakan bagian dari program pembiayaan dan pembinaan kepada UMKM yang bersentuhan langsung dengan rantai bisnis Pertamina. Fokus utama UMKM Pinky Movement adalah pelaku usaha yang menggunakan gas LPG sebagai sumber energi utama dalam proses pengolahan nilai tambah usahanya, seperti usaha kuliner rumahan atau para pelaku UMKM pangkalan minyak tanah.

“Untuk bertransformasi menuju pangkalan gas non subsidi. Untuk mengikuti program ini, calon mitra binaan dapat mengubungi Call Center 135,” pungkas dia.(PB15)

**Artikel ini sudah terbit di Harian Papua Barat News edisi Senin 31 Agustus 2020

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: