Kopi Gratis Honai Kopi, Cara Milenial Berbagi Kebaikan di Hari Kemerdekaan

MERAYAKAN kemerdekaan tak selalu harus dengan gegap gempita dan sorak sorai. Terlebih di masa pandemi saat rasa empati lebih dibutuhkan. Dengan spirit solidaritas, sekelompok milenial yang tergabung dalam komunitas literasi Ruang Berbagi berkolaborasi dengan Honai Kopi dan Sastra Papua Senja, menyediakan aneka kopi dan minuman serta snack, lalu dibagikan gratis untuk siapapun yang datang.

Lebih dari dua ratus cup minuman ditata dengan rapi di sejumlah meja di kedai kopi yang baru dibuka awal Juli 2020 itu. Ada tiga jenis menu minuman yang disajikan pada malam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia itu yaitu kopi sulo, ice milo dan orange squash. Kopi sulo adalah menu kopi ciri khas Honai Kopi, karena diracik dari kopi pilihan yang tumbuh di tanah Papua.

Hari itu, para milenial ini menggelar sejumlah kegiatan, mulai dari nonton bareng film dokumenter pendek tentang pendidikan dan aktivitas Ruang Berbagi, berbagi cerita keprihatinan dan kepedulian terhadap pendidikan di tanah Papua, donasi buku untuk Mokwam, dan ngopi sambil menikmati live musik etnik Papua. Semua kegiatan ini dirangkai dalam tema “Kemerdekaan dalam Kebersamaan dan Keberagaman”.

Menurut founder Ruang Berbagi, Angela Torimtubun, Indonesia memiliki budaya minum kopi yang begitu kental. Bertepatan dengan HUT Republik Indonesia tahun ini, pihaknya ingin mengajak generasi muda Papua, khususnya milenial kota Manokwari untuk berbagi kebaikan dengan mendonasikan buku untuk pendidikan anak-anak Papua.

“Buku-buku yang terkumpul mala mini akan kami donasikan untuk pondok baca yang akan dirintis di kampung Mokwam, Distrik Warmare. Buku-buku yang kami donasikan ini akan sangat berguna bagi anak-anak disana,” ungkap lulusan Fakultas Kehutanan Universitas Pattimura Ambon itu.

Dia juga mengajak para milenial yang hadir malam itu, untuk bergabung dengan Ruang Berbagi atau komunitas literasi lain yang ada di kota Manokwari, untuk bantu menghidupkan gerakan pendidikan di pelosok dan pedalaman Papua.

Gandeng Honai Kopi

Ruang Berbagi lalu menggandeng Honai Kopi, bukan hanya sebagai tempat penyelenggaraan acara, tapi juga mengambil bagian dalam kegiatan donasi buku untuk Mokwam, dengan tajuk gratis kopi ditukar satu buku.

Menurut owner Honai Kopi, Arief R. Rimosan, dia membuka ruang di kedai kopi miliknya untuk berkolaborasi dengan Ruang Berbagi menyelenggarakan acara itu, karena pihaknya juga ingin berbagi kebaikan bagi kemajuan pendidikan anak-anak Papua.

“Sebanyak dua ratus sampai tiga ratus cup minuman yang kami sajikan secara gratis bagi semua yang datang. Mereka cukup menukarkan satu buah buku bacaan atau buku tulis untuk bisa menikmati tiga varian minuman yang kami sajikan,” ungkap Arief.

Arief menuturkan, Honai Kopi bukan semata-mata berorientasi bisnis, tapi juga sebagai wadah bagi anak-anak muda Papua belajar mandiri dan berbagi kebaikan dengan sesama.

“Hasil penjualan kopi malam ini, di luar dari kopi gratis yang disajikan, seluruhnya akan kami donasikan untuk membantu gerakan pendidikan anak-anak di kampung Mokwam, melalui Ruang Berbagi,” kata Arief yang mengaku berdirinya Honai Kopi juga karena terinspirasi dari semangat yang dibangun di Ruang Berbagi.

Semangat para milenial di Manokwari menyelenggarakan kegiatan kopi gratis sambil berbagi buku menjadi salah satu bukti kokohnya fondasi solidaritas anak bangsa. Sebab, untuk membangun masa depan generasi muda Papua yang lebih baik, semua pihak mesti berbagi beban dan menyatukan arah. (PB1)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: