Peran Pemuda Menjaga Kualitas Pilkada

Oleh : Fransiskus Weking

 

PILKADA serentak 2020 sebentar lagi akan bergulir. Pilkada bukan hanya sekedar momen penyaluran hak pilih dalam memilih pemimpin, melainkan terselip harapan yang besar untuk kemajuan daerah di masa mendatang.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia beberapa waktu lalu, telah memastikan pesta demokrasi untuk mencari pemimpin daerah tak dapat ditunda, meski pandemi Covid-19 belum berakhir.

Melihat dinamika yang terjadi, para pemuda di Manokwari menginisiasi kegiatan Focus Group Discussion dengan tema Peran Pemuda dalam Menciptakan Pilkada Bersih Tahun 2020, Selasa (11/8/2020).

Selain pemuda dan mahasiswa, kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.30 wit di salah satu ruangan Swis-BelHotel Manokwari, turut dihadari oleh Komisioner KPU Provinsi Papua Barat, Komisioner KPU Manokwari, Komisioner Bawaslu Provinsi Papua Barat Abraham Ramandey, Ketua Bawaslu Kabupaten Manokwari Syors A Prawar, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat Leo Simanjuntak, Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat Irjen Tornagogo Sihombing, dan Sekretaris Daerah Manokwari Aljabar Makatita.

Suasananya aktif. Pemuda dan mahasiswa begitu antusias ketika sang moderator George Deida membuka kesempatan bagi peserta untuk bertanya. Setelah para pemateri mempresentasikan materi masing-masing, sejumlah peserta mengacungkan tangan. Ada sebagian dari mereka melempar pertanyaan ke KPU selaku penyelenggara dan Bawaslu sebagai lembaga pengawas, namun ada juga yang melontarkan kritikan dan saran.

Melihat antusiasme dari para pemuda itu, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Leo Simanjuntak, memberikan apresiasi. Menurut dia, sudah semestinya pemuda tampil memberikan solusi atas berbagai persoalan yang terjadi di daerah. Sebab, pemuda merupakan pilar penting agent of change (Agen perubahan). Peran aktif pemuda sangat diperlukan untuk memantau jalannya seluruh proses Pilkada, sehingga dapat mencapai Pilkada yang bersih dan berkualitas.

“Pemuda itu titik sentral pembangunan,” ujar Leo yang dikonfirmasi usai kegiatan.

Pemuda, kata dia, tidak perlu merasa skeptis berlebihan jika mengambil bagian dalam sistem. Kehadiran pemuda harus tetap berpijak pada kajian ilmiah dari apa yang ditemukan selama proses pemilu berjalan. Dengan demikian, semakin sempit celah para oknum melakukan penyimpangan.

“Pemuda itu punya inovasi. Sifat kepemudaan harus mengutamakan kepentingan masyarakat,” jelas dia.

Dengan adanya Focus Group Discussion, kata Leo, pemuda dan mahasiswa dapat menunjukan eksistensi mereka dalam mengawal seluruh proses Pilkada yang tengah berjalan ini. Jika ditemukan pelanggaran Pilkada, pemuda harus responsif memberikan laporan kepada pihak pengawas seperti Bawaslu dan Gakumdu.

“Pemuda harus ada dalam sistem pengawasan dan melakukan kontrol. Pemuda juga harus memahami mekanisme dan regulasi mengenai kepemiluan,” ujar Leo.

Sementara itu, Rusman Kelkusa dari Forum Lembaga Legislatif Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Manokwari, menuturkan, selama ini ruang yang diberikan kepada pemuda untuk terlibat langsung memantau jalannya Pilkada sangat minim. Padahal, kontribusi pemuda dan mahasiswa dalam sejarah demokrasi Indonesia begitu besar.

Rusman pun berharap, rencana pelibatan pemuda dan mahasiswa tidak hanya wacana yang terlontar dalam sebuah seremonial.

“Lembaga-lembaga yang diberikan kewenangan untuk menyelenggarakan Pilkada, ayo rangkul seluruh pemuda. Jangan hanya sebatas dalam acara diskusi ini saja,” ujar Rusman.

Menurut dia, eskalasi politik pada momen Pilkada berbeda dengan Pilpres maupun Pileg. Dengan demikian, upaya menciptakan Pilkada yang bersih dan berkualitas memerlukan sinergitas seluruh elemen masyarakat termasuk pemuda dan mahasiswa.

Ada sembilan kabupaten di Provinsi Papua Barat menggelar Pilkada yakni Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Sorong Selatan, Fakfak, Teluk Wondama, Teluk Bintuni, Kaimana dan Raja Ampat.

Melihat kondisi pelaksanaan Pilpres dan Pileg pada April 2019 lalu, maka pihak penyelenggara pemilu sudah semestinya melibatkan generasi muda dalam momen Pilkada ini.

“Petugas-petugas di lapangan itu memerlukan tenaga yang luar biasa. Mulai dari pencoblosan sampai penghitungan itu bisa sampai subuh,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat, AKBP Adam Erwindi.

Mantan Kapolres Manokwari ini mengimbau agar pemuda dan mahasiswa  harus mampu memfilter setiap isu yang dimainkan oleh para oknum dengan tujuan memprovokasi situasi maupun kondisi menjelang Pilkada. Jika itu mampu dilakukan oleh pemuda maka, pemuda telah menunjukan kontribusi mereka terhadap keamanan daerah.**

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: